Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nelayan Asal Lombok NTB Diantar Pulang Basarnas, Perahu Ditinggal di Pelabuhan Pancer

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 17 Juni 2023 | 14:20 WIB
RUSAK: Perahu yang dipakai ketiga nelayan asal Lombok Barat, NTB yang mengalami kerusakan mesin diamankan di Pelabuhan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Sabtu (17/6)
RUSAK: Perahu yang dipakai ketiga nelayan asal Lombok Barat, NTB yang mengalami kerusakan mesin diamankan di Pelabuhan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Sabtu (17/6)

PESANGGARAN, Jawa Pos radar Genteng- Setelah berhasil dievakuasi dari tengah laut, tiga nelayan asal Dusun Kombang, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Padlianto, 24; Hidir Hidayat, 26, dan Ahyar Rosidi, 26, langsung dipulangkan ke asalnya.

Ketiga nelayan bernasib malang itu, diantar oleh Basarnas Banyuwangi ke Ketapang untuk naik kapal laut menuju Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis  (15/6) malam. Untuk perahunya berwarna putih yang rusak, ditinggal di Pelabuhan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. “Perahunya masih belum bisa diperbaiki, jadi diparkir di Pelabuhan Pancer,” kata Ribut Wahyudi, 39, salah satu nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran  pada Jawa Pos Radar Genteng.

Ribut yang ikut mengevakuasi perahu dan tiga nelayan itu mengaku belum tahu sampai kapan perahu milik nelayan Lombok itu akan berada di Pelabuhan Pancer. “Kemarin (Kamis) ditarik pakai perahu, pemiliknya juga sudah diantar pulang ke Lombok,” tandasnya.

Kanit Sat Pol Airud Unit Pancer, Bripka I Wayan Wedhana menambahkan, kemungkinan perahu bertuliskan Jhoni,@S,Putra itu bertahan di Pelabuhan Pancer hingga September atau Oktober 2023. “Mungkin akan menunggu kondisi ombak tenang dulu, di bulan sembilan hingga sepuluh biasanya landai,” ujarnya.

Hanya saja, Wayan mengaku belum bisa memastikan pemilik perahu itu akan kembali untuk mengambil perahunya itu atau tidak. “Mereka harus datang ke sini, biar diperbaiki dulu, yang penting di sini (Pelabuhan Pancer) tidak mengganggu,” cetusnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#ombak #nelayan pancer #evakuasi #terdampar