GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng-Lokasi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, selalu ramai pengunjung setiap harinya. Apalagi pada akhir pekan yang sering ada kuliner dan hiburan. Makanya, tak heran jika tempat yang asyik buat tongkrongan itu menjadi ladang basah untuk mendulang cuan bagi pihak manapun. Tak terkecuali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Genteng Kulon, yakni BUMDes Lembu Suro.
Ramainya di RTH Maron itu, setiap hari bisa teridentifikasi dari pemasukan BUMDes Lembu Suro yang selama ini sebagai pengelola. Dari tempat itu, setiap tahun dapat menghasilkan Rp 100 juta. “Ya sekitar Rp100 juta, tapi tidak mesti juga,” kata Kepala BUMDes Lembu Suro, Widiyanto pada Jawa Pos Radar Genteng.
Widi sapaan akrap Widiyanto menyebut, angka pendapatan itu diambil dari sejumlah sumber, seperti retribusi pedagang di sekitar RTH Maron, even yang digarap, dan juga tata kelola lahan parkir. “Untuk penjual kita tarik retribusi kalau jualan saja, kalau libur ya tidak, jadi tidak bisa dipastikan (pemasukan),” sebutnya.
Widiyanto juga menyampaikan lahan parkir turut menjadi penyumbang pemasukan yang banyak, lantaran ramainya pengunjung yang datang. “Yang kita tarik parkir hanya yang datang ke dalam. Sedang yang di luar tidak pernah ditarik,” katanya.
Dari tarikan parkir di RTH Maron ini, Widi menyebut setiap bulannya menghabiskan sekitar tiga hingga empat bendel kertas parkir. “Dari situ bisa dilihat, satu bendel isi 100 lembar.” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi