MANGARAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Keberadaan pasar di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Situbondo, terbengkalai. Belasan stan yang sudah terbangun mewah tidak berfungsi. Warga sekitar juga mengeluh karena tak bisa menempati.
Data yang Jawa Pos Radar Situbondo, sejak era 80-an pasar itu sudah menjadi pusat perbelanjaan warga Desa Semiring. Apalagi ketika musim mudik, pasar tersebut diserbu oleh warga Kepulauan Madura yang melintas di Pelabuhan Kalbut. ”Dulu, tahun 80-an pasar ini (Kalbut) sangat ramai. Mau beli apa saja pasti ada, pokoknya lengkap,” kata perempuan yang enggan disebutkan namanya.
Dia sendiri mengaku tidak tahu persis kapan pasar itu dibangun. Yang jelas sejak ada pembangunan stan, banyak orang luar desa yang menempati. Sebaliknya, warga yang memiliki rumah dekat Pelabuhan Kalbut malah tidak kebagian. ”Saya asli warga sini, tapi tidak dapat bagian tempat. Begitu mau sewa juga tidak diberi, alasannya karena setiap stan sudah ada yang memiliki,” katanya.
Tak hanya itu, pembangunan pasar tersebut juga dianggap salah konsep. Tata letak yang tidak sesuai selera pedagang membuat semua pedagang meninggalkan pasar. Lambat laun pasar tidak diminati pedagang maupun warga. ”Ini mantrinya kurang bijak dalam mengelola. Kan mubazir, sudah dibangun tapi tidak dirawat,” ungkap ibu rumah tangga yang memiliki warung di area Pelabuhan Kalbut tersebut.
Disebutkan, persoalan terbesar bagi warga sekitar adalah stan warung yang tidak terpakai itu sudah tidak boleh ditempati oleh orang baru. Alasannya, semua stan sudah ada yang memiliki. Bahkan, satu orang bisa memegang lima kunci stan.
”Stan ini kosong, sudah lima tahun lebih tidak ditempati. Tapi begitu mau disewa orang baru yang ingin berdagang di dalam tidak dibolehkan oleh mantrinya. Kan aneh, jangan-jangan pasar milik pemerintah ini dijual kepada perorangan,” tegasnya.
Dia menjelaskan, biasanya pasar tersebut hanya ramai saat hari Jumat. Itu pun bakda salat Jumat. Sebelumnya, juga pernah aktif buka setiap hari Selasa. Tapi, tidak bertahan lama. ”Akhir-akhir ini kalau Jumat banyak pedagang pendatang yang jualan di pasar pelabuhan ini. Tapi stannya tetap tutup, ini pasar aneh pokoknya,” tuturnya.
Pantauan koran ini, dari belasan stan yang ada hanya tiga yang ditempati. Keberadaan pasar juga sudah kumuh seperti tidak terawat. Di pasar tersebut juga tampak kantor paguyuban, namun tidak ada penghuninya. ”Itu hanya ada kantornya, orangnya tidak pernah ada. Paling kalau pasar ini ramai baru ngantor lagi,” teriak seorang pria pada wartawan koran ini. (hum/pri/c1)
Editor : Ali Sodiqin