Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Disbudpar Jatim Minta Situs Balak Dijaga

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 14 Juni 2023 | 17:00 WIB
BERKUNJUNG: Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komda Jatim, Endang Prasanti (kanan) dan Kabid Cagar Budaya & Sejarah Disbudpar Jatim Evi Widjajanti di lokasi Situs Balak, Selasa (13/6).
BERKUNJUNG: Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komda Jatim, Endang Prasanti (kanan) dan Kabid Cagar Budaya & Sejarah Disbudpar Jatim Evi Widjajanti di lokasi Situs Balak, Selasa (13/6).

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur mengapresiasi langkah Disbudpar Banyuwangi yang mengamankan objek diduga cagar budaya (ODCB) Situs Balak di Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Selasa (13/6).

Sejak awal ditemukan pada Jumat (28/4), Disbudpar Banyuwangi gencar melakukan sosialisasi dan pemasangan banneryang berisi mengajak masyarakat menjaga temuan struktur bata tersebut. Kalau kita lihat sudah ada sosialisasi yang dilakukan untuk menjaga situs ini,” cetus Kepala Bidang (Kabid) Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Jawa Timur, Evi Widjajanti.

Menurut Evi, di lokasi Situs Balak sudah terpasang beberapa banner yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian situs. Selain itu, di temuan itu juga ada garis polisi. “Ini bisa mencegah masyarakat beraktivitas hingga dapat mengubah kondisi temuan situs,” terangnya.

Dengan kondisi yang masih aman ini, lanjut Evi, menunjukkan upaya pengamanan ODCB Situs Balak didukung oleh masyarakat. “Dengan tetap membuat kondisi situs, tidak berubah saat pertama ditemukan,” ungkapnya.

Untuk jangka pendek, Evi menyebut sosialisasi yang telah dilakukan oleh P ini langkah yang terpenting. “Ini penting sebelum dilakukan proses selanjutnya, ekskavasi atau penggalian lanjutan,” katanya.

Disbudpar Jatim sangat mendukung dan mendorong rencana ekskavasi ODCB Situs Balak. Harapannya, ini menjadi salah satu upaya untuk bisa melakukan pelestarian benda-benda bersejarah. “Masih perlu ada proses persiapan, karena lokasi temuan berada di lahan pertanian milik masyarakat. Ini juga perlu menjadi pertimbangan sebelum dilakukan ekskavasi,” pungkasnya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Kebudayaan Banyuwangi #Disbudpar Jawa Timur #Situs Balak #pariwisata jawa timur