Salah satu warga Lateng, Santoso mengatakan, abrasi sudah terjadi sejak sekitar sepekan lalu. ”Abrasi menyebabkan tanah berlubang hingga membentuk lingkaran dengan diamater lumayan besar,” ujarnya.
Santoso menuturkan bahwa lokasi ambrolnya tanah tersebut berada tepat di tepi pantai atau di dermaga. Lokasi itu biasanya digunakan wisatawan maupun pemancing untuk memarkir kendaraannya.
Santoso menjelaskan, ambrolnya tanah tersebut diawali dengan kerusakan plengsengan yang menahan air laut. Plengsengan tersebut mengalami kerusakan di bagian bawah. ”Plengsengan rusak di bagian bawah. Jadi, ketika air laut pasang langsung menghantam tanah yang ada di sebelah barat plengsengan,” terangnya.
Demi menjaga keselamatan pengunjung, imbuh Santoso, warga memasang papan peringatan bertulisan ”Awas Ada Lubang”. ”Lubangnya cukup besar mencapai 2,5 meter, sedangkan kedalamannya sekitar tiga meter,” ungkapnya.
Santoso berharap, plengsengan yang rusak tersebut segera diperbaiki agar tidak sampai memakan korban. ”Semoga saja segera dibenahi oleh instansi terkait, tidak menunggu adanya korban terlebih dahulu baru diperbaiki,” pungkasnya. (rio/sgt/c1)
Editor : Gerda Sukarno Prayudha