Salah satu kru bus Po Akas Cahyo Purnomo, 45, warga Dusun Krajan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring mengatakan, sekitar pukul 09.30 menemukan seekor ular di bagasi busnya. “Langsung saya laporkan ke Damkar,” ungkapnya kemarin (26/4).
Ular itu, lanjut dia, kemungkinan berasal dari salah satu penumpang dari Kota Surabaya yang tidak memiliki uang untuk biaya mudik. “Orang itu titip barang dan tas dan diletakkan di bagasi bus,” terangnya.
Menurut Cahyo, penumpang itu meletakkan barangnya di bagasi bus sudah satu minggu yang lalu. Tapi sampai kemarin, penumpang itu tidak segera datang untuk mengambil barangnya. “Kami penasaran, lalu membuka tas dan ternyata isinya ular piton yang berukuran besar,” ungkapnya.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Damkar Banyuwangi, Salam Bikwanto mengatakan, ular sepanjang tiga meter itu berhasil dikeluarkan dari bagasi bus. “Evakuasi dilakukan oleh regu tiga yang terdiri lima anggota,” katanya.
Kelima anggotanya, kata Salam, melakukan evakuasi ular di bengkel PO Akas, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat. “Sekitar pukul 10.40, ular berhasil dikeluarkan. Saat akan dievakuasi ular itu ganas, mungkin karena sudah seminggu tidak makan,” terangnya.
Setelah dievakuasi, lanjut dia, ular piton sepanjang tiga meter itu diserahkan ke BKSDA Wilayah V Banyuwangi untuk dilepasliarkan. “Ular sudah diterima petugas BKSDA,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.(gas/abi) Editor : Gerda Sukarno Prayudha