Dari data ASDP Ketapang, jumlah pemudik pada H-6 kemarin nyaris mencapai batas prediksi yang sudah ditetapkan pelabuhan. Ada peningkatan 177 persen untuk pejalan kaki, kemudian 32 persen untuk penumpang di atas kendaraan, 48 persen kendaraan roda 2, 17 persen kendaraan roda 4 dan 41 persen untuk bus. Dari data harian ada 13.225 kendaraan yang kemarin menyeberang didominasi sepeda motor yang mencapai 6.975 unit.
Untuk memastikan para pemudik tersebut bisa terangkut dengan cepat, Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Djunia Satriawan mengatakan pihaknya terus melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menambah jumlah armada yang beroperasi. Jika umumnya ada 28 kapal yang beroperasi dalam waktu sehari, saat ini sudah ada 33 kapal. "Kapal kita tambah lima unit, tripnya juga bertambah. Kita upayakan waktu muatnya lebih cepat, tidak ada antrean," tegasnya.
Selain percepatan layanan, intervensi komitmen semua pihak, baik pelabuhan maupun operator kapal, terus dilakukan. Salah satunya dengan tidak membiarkan operator kapal memilih-milih muatan. Kendaraan jenis apapun yang sudah memenuhi pelabuhan, sebisanya menjadi prioritas untuk segera diseberangkan. "Pemerintah sudah mencanangkan, angkutan Lebaran adalah misi kemanusiaan, semua harus berkomitmen. Apalagi, lebih banyak kapal milik swasta daripada milik ASDP," jelasnya.
Dia berharap pemudik bisa memanfaatkan waktu menyeberang di luar jadwal puncak mudik. Puncak mudik biasanya terjadi pada H-4, H-3 sampai H-2 lebaran. "Kalau pemudik bisa memanfaatkan waktu lebih awal, tidak ada penumpukan kendarana. Kita terus memantau perkembangan setiap hari untuk memastikan tidak ada penumpukan dan kemacetan," tandas Djuni. (fre/aif)
Editor : Gerda Sukarno Prayudha