Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sudah 13.225 Kendaraan yang Menyeberang ke Jawa

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 17 April 2023 | 19:48 WIB
MERAPAT KE DERMAGA: Kapal Dharma Lautan Utama (DLU) mengangkut penumpang dari arah Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang kemarin (16/4). (Ramada Kusuma/RadarBanywuangi.id)
MERAPAT KE DERMAGA: Kapal Dharma Lautan Utama (DLU) mengangkut penumpang dari arah Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang kemarin (16/4). (Ramada Kusuma/RadarBanywuangi.id)
KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi - PT ASDP Ketapang mencoba melakukan perombakan pelayanan mudik Lebaran tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya, kemacetan menuju pelabuhan menjadi pemandangan biasa menjelang Lebaran. Tahun ini ASDP berupaya agar kendaraan bisa diangkut secepat mungkin.

Dari data ASDP Ketapang, jumlah pemudik pada H-6 kemarin nyaris mencapai batas prediksi yang sudah ditetapkan pelabuhan. Ada peningkatan 177 persen untuk pejalan kaki, kemudian 32 persen untuk penumpang di atas kendaraan, 48 persen kendaraan roda 2, 17 persen kendaraan roda 4 dan 41 persen untuk bus. Dari data harian ada 13.225 kendaraan yang kemarin menyeberang didominasi sepeda motor yang mencapai 6.975 unit.

Photo
Photo
ARUS MUDIK: Pemudik yang mengendarai sepeda motor keluar dari kapal Trisila Bhakti II yang bersandar di dermaga Pelabuhan Ketapang, kemarin (16/4). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Untuk memastikan para pemudik tersebut bisa terangkut dengan cepat, Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Djunia Satriawan mengatakan pihaknya terus melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menambah jumlah armada yang beroperasi. Jika umumnya ada 28 kapal yang beroperasi dalam waktu sehari, saat ini sudah ada 33 kapal. "Kapal kita tambah lima unit, tripnya juga bertambah. Kita upayakan waktu muatnya lebih cepat, tidak ada antrean," tegasnya.

Photo
Photo
FULL KENDARAAN: Kendaraan roda empat dan roda dua memenuhi car deck kapal Gilimanuk tujuan Pelabuhan Ketapang, kemarin (16/4). (Purnomo untuK RadarBanyuwangi.id)

Selain percepatan layanan, intervensi komitmen semua pihak, baik pelabuhan maupun operator kapal, terus dilakukan. Salah satunya dengan tidak membiarkan operator kapal memilih-milih muatan. Kendaraan jenis apapun yang sudah memenuhi pelabuhan, sebisanya menjadi prioritas untuk segera diseberangkan. "Pemerintah sudah mencanangkan, angkutan Lebaran adalah misi kemanusiaan, semua harus berkomitmen. Apalagi, lebih banyak kapal milik swasta daripada milik ASDP," jelasnya.

Photo
Photo
Dengan jumlah 33 kapal, waktu sandar atau port time kapal di setiap pelabuhan juga semakin cepat. Sebelumnya, waktu port time kapal mencapai 45 menit, namun sekarang sudah dipercepat menjadi 30 menit. "Yang paling penting sebenarnya masalah reservasi tiket kapal. Seharusnya pemudik bisa memesan jauh-jauh hari, sehingga kita bisa mudah untuk memprediksi dan menerapkan kebijakan operasi," imbuh Djunia.

Dia berharap pemudik bisa memanfaatkan waktu menyeberang di luar jadwal puncak mudik. Puncak mudik biasanya terjadi pada H-4, H-3 sampai H-2 lebaran. "Kalau pemudik bisa memanfaatkan waktu lebih awal, tidak ada penumpukan kendarana. Kita terus memantau perkembangan setiap hari untuk memastikan tidak ada penumpukan dan kemacetan," tandas Djuni. (fre/aif)

 

 

 

  Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Ketapang #kapal ferry #lebaran #pelabuhan #penyebrangan #idul fitri #gilimanuk #Pemudik #Kampung halaman #mudik