Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Muara Kalilo Dikeruk, 15 Ribu Meter Kubik Air Mengalir Lancar ke Laut

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 10 April 2023 | 15:25 WIB
NORMALISASI MUARA: Endapan lumpur di muara Kalilo di Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan nyaris terangkut seluruhnya. Ketika debit sungai naik, air tak lagi meluap ke permukiman warga. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
NORMALISASI MUARA: Endapan lumpur di muara Kalilo di Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan nyaris terangkut seluruhnya. Ketika debit sungai naik, air tak lagi meluap ke permukiman warga. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Kondisi muara Sungai Kalilo yang terletak di Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan sudah kembali normal. Endapan dan tanaman liar yang sebelumnya memenuhi muara kini sudah terlihat bersih.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (9/4), di muara Kalilo pengerukan sedimen masih terus dilakuan. Pekerjaan mengeruk lumpur dan endapan sudah tuntas 80 persen. Groundsill yang sebelumnya membatasi muara sungai sudah dijebol, sehingga air sungai langsung mengalir ke area mangrove.

Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, normalisasi muara Kalilo menjadi puncak dari pengerukan sedimentasi di empat segmen Kalilo. Dinas Pengairan berharap normalisasi yang dilakukan dengan anggaran biaya tidak terduga (BTT) bisa segera mengembalikan fungsi normal Kalilo hingga ke muara. "Dengan normalisasi di muara Kalilo, nantinya diharapkan muara Kalilo bisa menerima antara 15 ribu sampai 18 ribu meter kubik air. Atau dengan kecepatan 400 sampai 600 meter kubik air per detik,’’ kata Guntur.

Selain itu, dengan pengerukan sedimen besar-besaran, kondisi muara Kalilo ditargetkan bisa seperti sedia kala. Kedalamannya mencapai 2 meter dengan  lebar 30 meter. Dengan kondisi normal, luapan sungai Kalilo tidak akan sampai melubar ke permukiman warga. Air bisa langsung mengalir ke laut. "Setelah groundsill dibongkar, proyek reguler normalisasi akan dilanjutkan sampai ke area plengsengan Kampung Mandar,’’ kata Guntur.

Photo
Photo
(Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Pelaksana proyek pengerukan sedimen Kalilo Totok Cahyono mengatakan, pembongkaran groundill sudah dilakukan pada Jumat lalu (7/4). Tiga alat berat yang didatangkan untuk menjebol bangunan yang selama ini menjadi pembatas antara muara sungai dengan area mangrove.

Pengerukan sedimen akan dilanjutkan maksimal sampai hari Selasa (11/4). Muara yang sudah kembali normal akan dibuatkan jalur agar bisa mengalirkan air ke arah utara. "Untuk pengerjaan ke depan kita belum tahu teknisnya. Yang jelas sedimentasi di muara Kalilo sudah diangkat. Air langsung mengalir ke arah timur,’’ tegasnya.

Ketut, 45, salah seorang warga Lingkungan Kampung Ujung mengatakan, warga mulai tenang setelah Kalilo tak lagi meluap. Dua kali hujan lebat sepekan terakhir tidak sampai mengakibatkan luapan air ke permukiman warga. "Dua kali belabur (air sungai tinggi), airnya tidak ada yang masuk ke rumah waga,’’ kata Ketut. (fre/aif) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#laut #lumpur #hulu #endut #Kalilo #Sungai #keruk #banyuwangi #pengairan