Tiga kendaraan backhoe terus mengeruk sedimen di tengah dan sisi hilir Kalilo. Beberapa sedimen yang sudah mengeras dan ditumbuhi ilalang ikut dibersihkan.
Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo melalui Korsda Banyuwangi Puput Waskito Adi mengatakan, pengerukan terus dilakukan. Di wilayah muara, sudah lebih dari 9.000 meter kubik sedimen terangkat dari total 14.000 meter kubik sedimen.
Rencananya, hari ini (3/4) groundsill yang selama ini menjadi penahan antara air muara dengan air sungai akan dijebol. Harapannya, tidak akan ada penahan jika debit air sungai mendadak meningkat. Dengan demikian, air bisa mengalir dengan lancar ke muara hingga laut. “Setelah penahan kita jebol, pengerukan bisa sampai ke batas tnaman mangrove,’’ tegas Puput.
Salah seorang warga Lingkungan Kampung Ujung, Buang mengaku senang sedimen Kalilo dikeruk. Dia berharap jika terjadi hujan lebat, luapan sungai tidak lagi masuk ke rumah warga. Pria yang tinggal berjarak 20 meter dari bibir Sungai Kalilo itu mengatakan, setiap kali banjir datang dia bersama keluarganya harus mengungsi. ”Harapan warga, setelah tanahnya dikeruk, air tidak masuk ke rumah lagi. Kami sudah pasrah sebenarnya,’’ kata Buang.
Warga Lingkungan Lebak, Kelurahan Tukangkayu, Made mengaku cukup senang dengan adanya pengerukan. Secara visual sungai menjadi lebih dalam. Selain itu, saat hujan lebat terjadi, air sungai tak sampai meninggi melewati tangkis sehingga warga merasa cukup aman.
Di samping itu, warga sekitar Lebak berharap pengerukan bisa menjadi program berkelanjutan hingga sampai ke area muara. Jika daerah muara tidak dikeruk, sedimen akan tetap tertahan dan menumpuk kembali. ”Yang jelas warga sangat senang. Kemarin hujan lebat, air sungai tidak sampai meluap. Kalau bisa ini jadi program rutin, maksimal lima tahun harus dikeruk,’’ harap Made. (fre/aif) Editor : Gerda Sukarno Prayudha