Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Umat Hindu Patoman Rayakan Galungan

Dedy Jumhardiyanto • Jumat, 6 Januari 2023 | 20:34 WIB
SEMARAK DAN KHIDMAT: Setelah PPKM dicabut, umat Hindu di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari bisa merayakan Galungan dengan penuh suka cita. (Deddy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)
SEMARAK DAN KHIDMAT: Setelah PPKM dicabut, umat Hindu di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari bisa merayakan Galungan dengan penuh suka cita. (Deddy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Umat Hindu di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, merayakan Hari Raya Galungan, Rabu malam (4/1). Perayaan Galungan berlangsung sederhana, tapi khidmat. Pria, wanita, dan anak-anak berbondong-bondong menuju Pura Puseh Desa Patoman.

Secara harfiah Galungan berasal dari kata galung yang memiliki arti menang dan ngegalung yang artinya merayakan kemenangan. Galungan dimaknai sebagai hari kemenangan. Umat Hindu Patoman merayakan Galungan dengan penuh suka cita.

Sejumlah ornamen, seperti penjor dengan hiasan daun kelapa berdiri megah di beberapa sudut pura. Ada pula ornamen dari tanaman seperti buah-buahan, beras, jagung, kelapa, dan daun. Acara sembahyangan di Pura Puseh dipimpin oleh pinandita (pemangku) Gede Suwanto dan diikuti ratusan umat Hindu setempat.

Kepala Dusun Patoman Tengah Made Hardana mengatakan, Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan dharma (kebenaran) yang berjuang melawan adharma (ketidakbenaran). Umat Hindu melakukan persembahyangan dengan penuh khidmat bersama saudara-saudara mereka.

Di Patoman, perayaan Galungan digelar untuk kali pertama setelah pandemi Covid-19. Sanak keluarga yang merantau menyempatkan pulang untuk melakukan sembahyang di kampung halaman bersama-sama dengan keluarga besarnya.

Perayaan Galungan dilaksanakan di pura karena lebih bermanfaat daripada sendiri-sendiri di rumah. ”Supaya bisa bertatap muka sesama saudara dan lebih khusyuk menghadap Sang Pencipta,” tegasnya.

Salah satu umat Hindu, Kayan Widyasa, mengaku senang bisa merayakan Hari Raya Galungan pasca-pencabutan PPKM. Suasana sembahyang berangsur normal kembali. ”Sudah ada kelonggaran untuk merayakan Galungan. Kami memperingati kemenangan dharma melawan adharma. Seluruh umat Hindu menyambut gembira,” ujarnya. (ddy/aif/c1)

Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Kuningan #Galungan #hindu