Angin kencang diakibatkan adanya low pressure area (LPA) atau daerah tekanan rendah sehingga menyebabkan gangguan cuaca. ”Angin kencang yang terjadi merupakan efek gangguan dari LPA. Hampir seluruh wilayah bisa terjadi hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai angin kencang,” ujar prakirawan BMKG Banyuwangi Gumintar.
Gumintar mengatakan, dampak terjadinya LPA menyebabkan angin kencang di daerah pesisir maupun pegunungan. ”Kecepatan angin mulai dari 20 knot atau setara dengan 37 kilometer per jam hingga 30 knot atau 55,56 kilometer per jam,” paparnya.
Khusus di wilayah pesisir, kecepatan angin bisa jauh lebih besar. Hal ini karena arah angin yang tidak pasti. ”Di pesisir pantai kecepatan angin bisa jauh lebih besar yang mengakibatkan gelombang tinggi,” ungkapnya.
Banyak potensi bencana yang terjadi akibat angin kencang. Mulai dari gelombang tinggi, pohon tumbang, hingga puting beliung. ”Masyarakat harus lebih waspada jika berteduh di bawah pohon karena bisa tumbang akibat diterjang angin kencang,” jelas Gumintar.
Berdasarkan hasil pantauan BMKG, cuaca yang diakibatkan LPA akan terjadi hingga dua hari ke depan. ”Kami imbau masyarakat tetap waspada angin kencang karena dapat menyebabkan bangunan rumah yang strukturnya tidak kuat bisa roboh,” pungkas Gumintar. (rio/aif/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha