Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mitigasi Bencana, Wartawan Punya Peran Penting

Gerda Sukarno Prayudha • Jumat, 23 Desember 2022 | 15:05 WIB
MEMINIMALKAN RISIKO: GM Geopark Ijen Banyuwangi Abdillah Baraas memaparkan materi berkaitan mitigasi bencana di hadapan para jurnalis di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (22/12). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
MEMINIMALKAN RISIKO: GM Geopark Ijen Banyuwangi Abdillah Baraas memaparkan materi berkaitan mitigasi bencana di hadapan para jurnalis di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (22/12). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puluhan jurnalis asal berbagai media yang bertugas di wilayah Banyuwangi belajar mitigasi bencana kemarin (22/12). Para awak media yang tergabung dalam Forum Edukasi Wartawan menggelar diskusi melek mitigasi dengan tema ”Di Balik Eksotisme Banyuwangi” di kantor DPRD Banyuwangi kemarin.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 itu menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah General Manager (GM) Geopark Ijen Banyuwangi Abdillah Baraas dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mujito.

Ketua panitia Enot Sugiharto membuka acara dengan penyampaian latar belakang dan tujuan pelaksanaan kegiatan. Yakni, berawal dari diskusi kecil antarwartawan terkait fenomena bencana yang terjadi di Banyuwangi beberapa waktu terakhir.

Enot berharap, kegiatan diskusi tersebut dapat memunculkan gagasan yang tepat terkait mitigasi bencana. ”Kita memang sudah memiliki peraturan daerah (perda) yang khusus mengatur terkait bencana yaitu Perda Nomor 10 Tahun 2013, tetapi semoga ada satuan tugas (satgas) sendiri khusus mitigasi bencana. Seperti pada masa pandemi, ada Satgas Covid-19,” ujarnya.

General Manager Geopark Ijen Banyuwangi Abdillah Baraas mengapresiasi pelaksanaan diskusi tersebut. Menurut dia, kegiatan diskusi tersebut menjadi momen istimewa bagi dirinya. ”Perlu diapresiasi kegiatan diskusi mitigasi bencana ini yang dipelopori oleh teman-teman media. Karena media berperan penting dalam memberi informasi yang benar kepada masyarakat,” tuturnya.

Beberapa topik penting Abdillah sampaikan di depan para wartawan dan tamu undangan. Seperti potensi bencana di Banyuwangi, pemaparan berbagai bencana, siklus banjir, lempeng bumi, dan lainnya. ”Kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana. Tetapi, kita dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan,” ucapnya.

Pria yang sedang menempuh kuliah doktor di Institut Pertanian Bogor itu mengulas kembali peristiwa banjir yang terjadi di Kecamatan Kalibaru dan Perumahan Sutri. Hal yang harus digarisbawahi terkait fenomena alam di lokasi tersebut adalah banjir merupakan siklus alami. Namun, manusia sebagai accelerator atau pemercepat terjadinya banjir membuat fenomena alam itu lebih cepat terjadi.

Tak hanya peserta diskusi yang datang, salah satu anggota Komisi VI DPR RI Sonny T. Danaparamita dari Dapil Jatim III turut mengikuti jalannya diskusi mitigasi bencana. Dia memberikan tanggapan terkait fenomena banjir di Kecamatan Kalibaru. ”Saya sudah menghubungi Pak Erick Tohir terkait lahan PTPN XII yang sempat ramai, tetapi masih belum dibalas,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Banyuwangi Mujito memaparkan materi terkait peran media dalam penyampaian informasi bencana. Terdapat dua peran penting yang dimiliki oleh media, yaitu clearing house dan edukasi.

Peran media sebagai clearing house adalah penyampai informasi yang tepat. Tidak ada informasi bencana yang dilebihkan atau dikurangi. Sedangkan peran media sebagai edukasi yaitu menjadi wadah dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait bencana. ”Media massa memiliki tanggung jawab besar untuk mengedukasi publik agar bisa terhindar dari dampak bencana,” ujarnya.

Selain menggeber program Desa Tangguh Bencana (Destana), imbuh Mujito, pihaknya akan meluncurkan program Si Bocah Tanggap Bencana (Si Bona). ”Minggu depan launching Si Bona agar anak kecil juga bisa memahami bencana dan mitigasi,” pungkasnya. (cw4/sgt/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Mitigasi #Bencana Alam #bpbd