Setelah dua tahun pandemi, menurut RD. Bernardus Winuryanto, Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi, baru kali ini bisa terselenggarakan. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, Misa bisa berjalan dengan tertib, khidmat dan lancar.
Selain mengenakan pakaian adat Osing, nanyian Liturgi yang dibawakan juga diiringi dengan alat musik Angklung dan gamelan adat Osing. Sesuai dengan tema yang diangkat “ Menjadi Berkat Bagi Sesama” keberadaan Gereja Katolik Ratu Damai Banyuwangi tidak sekedar beribadatan saja, tetapi juga berguna dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Termasuk bangga menjadi bagian masyarakat suku adat Osing Banyuwangi.
Setelah pelaksanaan Misa, juga ada Festival Tumpeng Jajanan Pasar yang dilaksanakan di halaman Gereja Katolik Ratu Damai Banyuwangi. Berbagai ragam jajanan seperti lanun, lupis, roti bolu dan lainnya disuguhkan disana.
Masih menurut Pastor Winur, selama perayaan HUT ke 77 Paroki Gereja Katolik Ratu Damai, sebelumnya, pada 14 Agustus lalu dilaksanakan Misa Profesi. Dimana para jemaat mengenakan pakaian dinas instansi masing-masing saat mengikuti peribadatan. Editor : Gerda Sukarno Prayudha