BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Langkah nyata untuk menjaga kelestarian sumber mata air di Banyuwangi ditempuh. Sekitar enam ribu bibit pohon yang memiliki daya serap air tinggi ditanam secara serentak di bantaran-bantaran sungai yang tersebar di seantero kabupaten The Sunrise of Java.
Penanaman serentak ribuan bibit pohon berbagai jenis, seperti sukun, nangka, jambu hitam, dan lain-lain, itu merupakan bagian program bertajuk Mentari alias Menjaga Mata Air. Seremoni kegiatan digelar di sumber mata air Kajar Wisata Jopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, pagi kemarin (26/3).
Wakil Bupati (Wabup) Sugirah hadir langsung dalam Festival Mentari tersebut. Dia mengatakan, program ini merupakan upaya menyelamatkan ekosistem alam dari hulu hingga hilir. Khususnya menjaga mata air untuk ketersediaan air dalam tanah. “Ketersediaan air tidak hanya untuk manusia, namun juga untuk hewan, tanaman, serta kebutuhan perikanan dan pertanian. Semua kesatuan ekosistem,” ujarnya.
Selain itu kampanye tanam pohon tersebut juga untuk menambah pasokan oksigen dan mencegah bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor di Bumi Blambangan. “Jangan sampai karena kita kurang memperhatikan lingkungan terutama menjaga mata air di hulu, menyebabkan timbulnya bencana,” kata Sugirah.
Sugirah menginstruksikan kepada camat dan kepala desa untuk mendorong masyarakat menggalakkan penanaman pohon, terutama mereka yang bermukim di dekat sungai. “Selain menjaga kelestarian mata air, buah dari pohon-pohon ini juga bisa dikonsumsi atau dijual oleh masyarakat,” imbuhnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Husnul Chotimah mengatakan, Sumber Mata Air Kajar Desa Kampunganyar dipilih menjadi lokasi kegiatan kemarin karena sumber mata air di tersebut dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air minum, kegiatan perikanan, dan pertanian di beberapa desa sekitar.
Kawasan tersebut juga terdapat banyak sumber mata air dan menjadi destinasi pemandian alami Wisata Jopuro yang ramai dikunjungi warga, terutama di akhir pekan. “Ada tiga titik sumber mata air di Sumber Kajar ini yang memiliki debit air yang cukup tinggi. Namun semakin tahun debitnya berkurang karena pohon sebagai penyedia cadangan air juga mulai berkurang. Maka program Mentari ini untuk meningkatkan kembali debit air disini,” kata Husnul.
Husnul menjelaskan terdapat sekitar 348 sumber mata air tersebar di Banyuwangi. Sumber mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan air yang diperkirakan mencapai 257 juta liter air per hari. “Dengan rumusan 150 liter per jiwa per hari kebutuhan air bersih untuk minum dan kebutuhan sanitasi lainnya, maka untuk memenuhi 1,7 juta jiwa penduduk maka yang harus tersedia kurang lebih 257 juta liter air bersih per hari,” tambah Husnul. (sgt)
Editor : AF Ichsan Rasyid