BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi menggelar bedah buku berjudul Creative Collaboration dan Anti Mainstream Marketing di Aula Lantai 3 Masjid Ahmad Dahlan Banyuwangi pada Rabu (10/2). Penulis buku yang tak lain adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas hadir langsung dalam acara yang dirangkai dengan peresmian Aula Lantai 3 Pusat Dakwah Muhammadiyah Masjid Dahlan itu.
Bedah buku ini didampingi oleh Ketua PDM Banyuwangi Dr H Mukhlis MSi, Rektor ITBM Banyuwangi sekaligus pembedah buku H Nawachid MPd, Ketua LHKP PDM Mufti Syafii SE, Sekretaris PDM sekaligus moderator Ainur Rofiq ST MM, dan Ketua PPDM Lukman Halim SPd yang juga bertugas sebagai pembawa acara. Hadir pula Ny Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Kegiatan ini juga dirilis melalui virtual dan Zoom.
Ketua PDM Banyuwangi Dr H Mukhlis MSi menjelaskan, kegiatan ini sebagai wujud bakti PDM Banyuwangi atas kepemimpinan Bupati Banyuwangi selama 10 tahun. Selama dua periode itu, bupati Anas telah berhasil membawa Banyuwangi. Banyak sekali prestasi yang telah ditorehkan baik tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Semua prestasi yang ditorehkan oleh Anas ini dituangkan dalam buku dengan tema 10 tahun sukses membawa Banyuwangi. Ada dua buku yang langsung ditulis oleh Anas yakni Creative Collaboration dan Anti Mainstream Marketing. ”Kedua buku ini ditulis dengan gaya yang lugas, enak dibaca, tidak membosankan. Layout-nya pun sangat bagus. Maka hari ini kita melakukan kegiatan bedah buku ini agar mengetahui lebih detail bagaimana strategi Pak Anas merubah Banyuwangi selama 10 tahun ini,” kata Mukhlis.
Dalam kesempatan itu Mukhlis juga berpesan kepada Bupati Anas yang sesaat lagi purnatugas melalui Surat Yusuf ayat 101. Menurut Mukhlis, kesuksesan Bupati Anas dalam membangun Banyuwangi ini akan menjadi amal baik dan kelak akan dikumpulkan bersama orang-orang saleh.
”Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih atas perhatian pemkab Banyuwangi terhadap Muhammadiyah. Salah satunya bantuan pembangunan Aula Lantai 3 Pusat Dakwah Muhammadiyah Masjid Dahlan ini,” kata Muhklis.
Sementara itu, Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administasi Negara (KKIAN) LAN RI Dr Tri Widodo Wahyu Utomo, pembedah buku Creative Collaboration menjelaskan, buku yang ditulis Abdullah Azwar Anas sangat baik. Menurut dia, buku ini memiliki gaya bahasa bertutur atau story telling yang membuat pembaca betah membaca tanpa jeda, dengan dihiasi oleh inspirational quotes yang relevan dengan substansi buku.
Keunggulan lain dari buku tersebut adalah bahwa buku Creative Collaboration tidak hanya bercerita tentang ”dirinya sendiri”, namun juga bercerita tentang ”dunia lain”, sehingga tidak menimbulkan kesan subjektivitas. ”Dalam buku ini, ada sembilan mantra yang mengubah Banyuwangi, yakni ubah sudut pandang, partisipasi, kreativitas, kerja sama tim, digitalisasi, jiwa wirausaha, benahi birokrasi, pahami dan gali potensi,” kata Tri.
Hal senada dikatakan oleh Rektor ITBM Banyuwangi sekaligus pembedah buku H Nawachid MPd. Menurut Nawachid, selama dua periode masa jabatannya, Bupati Abdullah Azwar Anas dan jajaran telah memimpin Banyuwangi dengan membentuk sistem kerja yang melek teknologi, kreatif, dan penuh inovasi demi meningkatkan kesejahteraan warga Banyuwangi.
Dalam kurun 10 tahun terakhir ini, jelas Nawachid, Banyuwangi telah mengubah wajahnya menjadi kabupaten berprestasi sehingga diharapkan kabupaten lain dapat mengambil pelajaran. ”Momen ini sangat luar biasa di mana pada periode akhir kepemimpinan Pak Bupati Anas mampu mengkonversi segala pencapaian ke dalam sebuah buku sebagai bahan bagi kita semua, sebagai bahan studi kita semua,” tambahnya.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang berkesempatan memaparkan secara singkat mengenai isi buku yang ditulisnya menjelaskan, pariwisata dipilih sebagai penggerak ekonomi karena memiliki dampak yang luas. ”Pariwisata di depan sebagai penggerak, tapi ingat, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pelayanan publik tetap menjadi sektor yang menerima anggaran terbesar,” ujar Anas.
Dengan pariwisata, lanjut Anas, akan menjadi ajang konsolidasi, tidak hanya ekonomi, namun juga sosial politik. ”Sering kali saya mencontohkan Saudi Arabia. Negara ini kaya dengan minyak dan orang antre untuk datang ke sana melaksanakan umrah dan haji. Namun, tetap mengembangkan pariwisata. Karena tujuannya tidak hanya soal uang, tapi bagaimana melakukan konsolidasi, membangun kebanggaan, ekspresi, kreativitas,” terangnya.
Dengan beragam konsolidasi tersebut, imbuh Anas, kesejahteraan yang diharapkan tumbuh di Banyuwangi bisa terwujud cepat. ”Meski tidak mudah, insya Allah apa yang telah kita lakukan ini telah bisa kita rasakan saat ini. Ada tiga kunci yang harus dipegang, yakni speed harus dipercepat, inovasi harus selalu dicari, dan harus memiliki jiwa marketing,” cetusnya.
Sementara itu, sebelum menutup bedah buku ini Sekretaris PDM sekaligus moderator Ainur Rofiq ST MM mengatakan, kegiatan bedah buku ini terselenggara berkat kolaborasi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Buku Creative Collaboration ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para pemimpin perubahan yang selalu tidak puas akan inovasi. Maju terus inovasi, tiada bosan berkarya untuk negeri.
Bedah buku ini, kata Rofiq, sangat bagus dengan mengantarkan pembaca bahwa apa pun kondisi kita saat ini dapat diubah menjadi lebih baik lagi dengan menggunakan tujuh jurus strategi pemasaran yang menimbulkan kesan. Kesan pertama yaitu begitu menggoda dan kesan terakhir membawa kenangan selamanya.
Mengakhiri acara ini, segenap keluarga besar Muhammadiyah Banyuwangi mengucapkan selamat purnatugas sebagai Bupati Banyuwangi kepada Bupati Anas. ”Insya Allah seluruh inovasi yang telah dilakukan akan bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat Banyuwangi pada khususnya,” pungkas Rofiq. (*/afi/c1)
Editor : AF Ichsan Rasyid