Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Disiram Air Kembang dari Lima Mata Air

Ali Sodiqin • Kamis, 21 Januari 2021 | 23:15 WIB
disiram-air-kembang-dari-lima-mata-air
disiram-air-kembang-dari-lima-mata-air

JawaPos.com – Sebanyak 230 orang prajurit menjalani upacara tradisi penerimaan warga baru Brigif  Raider 9 Kostrad di Wana Wisata Rowo Bayu, Desa Bayu, Kecamatan Songgon kemarin (13/2).

Sebelum diterima sebagai warga baru Brigif Raider 9 Kostrad, 230 prajurit terlebih dahulu harus melaksanakan upacara tradisi penerimaan warga baru kesatuan, yakni melaksanakan Ketahanan Mars (Hanmars) atau napak tilas dengan berjalan kaki sejauh 160 kilometer dari Jember hingga finis di petilasan Prabu Tawang Alun, di Wana Wisata Rowo Bayu, Desa Bayu, Kecamatan Songgon.

Selama berjalan kaki dari Jember menuju Banyuwangi, para prajurit tersebut harus berjalan kaki melintasi medan terjal naik turun lembah dan menyeberangi sungai. ”Perjalanan kurang lebih satu minggu,” ungkap Komandan Brigif  Raider 9 Dharaka Yudha Kolonel (Inf) Yoyok Pranowo.

Sebelumnya, para prajurit juga telah menerima pengenalan satuan di markas Jember, kemudian mereka diberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan perorangan. Berselang sepekan kemudian, mereka melaksanakan tradisi Hanmars atau napak tilas dengan berjalan kaki dari Jember menuju Banyuwangi.

Begitu tiba di Wana Wisata Rowo Bayu, mereka menjalani upacara tradisi, yakni disiram air kembang dan minum air kelapa muda. Air bunga yang disiramkan atau dipakai secara simbolis untuk menerima prajurit menjadi warga Brigif Raider 9 Kostrad Dharaka Yudha adalah air yang diambil dari lima sumber air suci yang berada persis di atas danau Rowo Bayu.

Konon, sumber air suci ini muncul selama Prabu Tawangalun melakukan semedi dan moksa di tempat ini. Lima sumber air tersebut yakni Sumber Kaputren, Sumber Air Dewi Gangga, Sumber Air Kamulyan, Sumber Air Rahayu, dan Sumber Air Panghuripan.

”Air bunga ini simbol dari kesucian, dengan harapan bahwa prajurit Brigif Raider 9 Dharaka Yudha memiliki jiwa yang suci, tulus, dan ikhlas di dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit yang gagah dan berani di dalam setiap medan pertempuran dan mengharumkan nama kesatuan serta bangsa dan negara,” jelas Yoyok.

Acara dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng.Tradisi diselenggarakan tepi danau Wana Wisata Rowo Bayu, Desa Bayu, Kecamatan Songgon untuk mengenang sejarah Brigif Raider 9 Kostrad yang bersimbol Macan Putih. Simbol Macan Putih tersebut ternyata berasal dari kisah Prabu Tawangalun yang mendirikan kerajaan bernama Macan Putih. Maka dari itu, tradisi ini seterusnya dilaksanakan di tempat bersejarah ini.

Yoyok mengatakan, tradisi ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para warga baru. Sehingga dapat menumbuhkan rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap satuan, di samping untuk mengetahui sejarah asal mulanya satuan Brigif Raider 9 Kostrad Dharaka Yudha.

 ”Melalui napak tilas ini, tentu sebagai pimpinan berharap agar prajurit selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan. Serta selalu melestarikan tradisi satuan dengan memahami sejarah asal mula dan nilai-nilai filosofi dari Prabu Tawangalun maupun pengawalnya, Macan Putih, ada pada diri prajurit, yakni nilai kesetiaan, pengorbanan, pantang menyerah, dan Macan Putih yang pendiam tetapi ketika tampil ditakuti oleh kawan mapun lawan,” pungkasnya. (ddy/afi/c1)

Editor : Ali Sodiqin