Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ny Ipuk-dokter Tirta Bagi Resep ke Mahasiswa

AF Ichsan Rasyid • Sabtu, 15 Agustus 2020 | 14:54 WIB
ny-ipuk-dokter-tirta-bagi-resep-ke-mahasiswa
ny-ipuk-dokter-tirta-bagi-resep-ke-mahasiswa


KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng- Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi menggelar sarasehan Inspirasi Bareng dr Tirta Mandiha Hudi, kemarin (14/8). Acara yang digelar di Hotel Margo Utomo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, itu bagian dari Program Banyuwangi Cerdas (PBC) untuk mencetak generasi mandiri di tengah pandemi.



Dalam acara itu, sebagai keynote speaker Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Sebagai narasumber sang motivator dan inspirator dr. Tirta Mandiri Hudi, dan Plt Kepala Dispendik, Suratno. Yel-yel PBC, dinyanyikan penuh semangat oleh ratusan peserta yang ikut dalam acara itu.



Pada para peserta yang semuanya kaum milineal, dr. Tirta memaparkan tiga konsep yang diterapkan dalam kehidupannya. Ketiga konsep itu, pertama dapat berkomunikasi dengan baik. Komunikasi itu kunci utama dalam menjalin hubungan di kehidupan. “Tidak mungkin kita akan diterima jika komunikasi kepada sesama atau dengan orang lain tidak baik,” katanya.



Untuk konsep kedua, terang dia, semuanya harus bisa mengatur Fainnal Sasplan atau managamen keuangan dalam kehidupan. Satu orang, setidaknya harus mempunyai tabungan lebih dari satu. Sehingga, bisa membedakan pengeluaran dan pemasukan. “Jangan sok-sokan pacaran jika masih minta uang kepada orang tua. Makanya harus menerapkan Fainnal Sasplan dalam kehidupan, agar saat pandemi tidak kebingungan memikirkan pengeluaran yang lebih banyak dibandingkan pemasukan,” cetusnya.



Untuk konsep yang ketiga, jelas dia, harus membedakan marketing dan dunia entrepreneur. Tidak mungkin, anak muda menghadapi orang tua dengan gaya enterpreneur. “Makanya, semua harus mengetahui dunia marketing dan dunia enterpreneur seperti apa,” ungkapnya.



Ketua TP PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dalam acara itu memberikan motivasi kepada para peserta tentang penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi. Istri Bupati Abdullah Azwar Anas ini mengajak pada para peserta untuk membantu penanganan Covid-19. “Saya harap semuanya bisa membantu dengan hal yang kecil terlebih dahulu, di mulai dari penggunaan masker sejak dini,” katanya.



Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi, terang dia, memang masih belum selesai. Bahkan, jumlah pasien terkonfirmasi virus Korona semakin bertambah. “Saya tidak henti-hentinya mengingatkan untuk selalu mencuci tangan, memakai masker saat keluar rumah, dan juga menjaga kesehatan,” ujarnya.



Ipuk meminta peserta PBC ikut membantu Pemkab Banyuwangi menghadapi Covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap ada inspirasi dengan kehadiran dr. Tirta ini, sehingga para peserta menjadi pelopor penanganan Covid-19 yang selalu mengingatkan pada sesame untuk menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.



Plt Kepala Dispendik Banyuwangi, Suratno menjelaskan acara yang digelar ini untuk memberikan inspirasi kepada para peserta yang tergabung dalam PBC. “Ini upaya dispendik mencetak generasi muda yang siap menghadapi pandemi Covid-19 di Banyuwangi,” katanya.



Kegiatan mengajak dan memberikan motivasi kepada peserta PBC ini, jelas dia, sebagai upaya menanggulangi Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi. Mereka bisa mengingatkan keluarganya dalam menerapkan protokol kesehatan. “Biasanya kalau yang mengingatkan anaknya, para orang tua akan ingat dan menurut,” ujarnya.



Selain tujuan itu, jelas dia, kegiatan ini juga mencetak generasi muda yang cerdas dan inovatif. Makanya, ia menghadirkan sang inovator dr. Tirta. Selain menjadi dokter, dr. Tirta ini salah satu pengusaha yang sukses. “Peserta PBC bisa mendapatkan ilmu, inspirasi, dan motivasi, bisa mencontoh jejak dr. Tirta yang mendapatkan beasiswa dalam menempuh dunia pendidikannya,” ungkapnya.



Kabid Dikmas Dispendik Banyuwangi, Nuriyatus Sholeha menjelaskan PBC ini terbentuk sejak tahun 2011, dan dicanangkan oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. “PBC ini sudah berhasil mengentaskan kemiskinan dan berhasil mencetak generasi muda yang berprestasi,” katanya.



Lulusan PBC, jelas dia, saat ini sudah banyak yang sukses. Ada yang bekerja sebagai karyawan BUMN, banyak yang menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banyuwangi. “Program PBC ini sangat membantu generasi muda yang benar-benar berprestasi, dengan acara ini diharapkan bisa mengambil ilmu dari dr. Tirta, dan menjadi generasi hebat di tengah pandemic,” jelasnya.(rio/abi)



Editor : AF Ichsan Rasyid
#pemkab banyuwangi