UNTUK penguatan pemerintahan desa, hampir setiap hari Rudi H Latif keliling dari desa ke desa yang sebagian besar berupa kegiatan mandiri. Biaya sebagian patungan dari anggota BPD, dan bantuan pemerintah desa yang peduli dan terpanggil bersinergi. “Kegiatan belajar bersama ini dikenal dengan Gesah Desa,” ujar Rudi H latif.
Di era kepemimpinan Bupati Banyuwnagi Ipuk Fiestiandani, Rudi banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas penyelenggara pemerintahan desa, dan beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan yang berbasis desa. “Atas nama Asosiasi BPD, kami menggelar kegiatan yang menghadirkan atau melibatkan perguruan tinggi, praktisi pemberdayaan desa level nasional, NGO, hingga level menteri,” ungkapnya.
Berbagai kegiatannya dalam pemberdayaan masyarakat itu, Rudi pada 2021 mendapat anugerah dari salah satu media online kategori Tokoh Muda Penggerak Kabupaten Banyuwangi sebagai juru dakwah pembangunan pedesaan. “Pada2022 kembali mendapatkan anugerah sebagai Best Local Hero,” cetusnya seraya menyebut pada puncak peringatan Harjaba 2022 mendapat anugerah insan berprestasi Banyuwangi Rebound Award 2022 sebagai Penggerak Pemberdayaan Desa.
Meski desa sudah lebih diistimewakan melalui Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tapi kenyataannya capaian kemandirian dan keberdayaan desa masih sekedar angka di atas kertas. Masih jauh dari tataran ideal tujuan pembangunan desa, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, dan penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar. “Pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, dan pemanfaatan sember daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan masih jauh dari ideal,” cetusnya.
Jika ingin Indonesia ini benar-benar sejahtera, Rudi berkeyakinan yang perlu disejahterakan itu desa. Untuk mencapai itu, dibutuhkan kesadaran, kesungguhan, dan kepedulian dari segenap penyelenggara pemerintahan desa, para pejabat supra desa, dan segenap unsur masyarakat. “Demi tatanan ideal itu, saya sepanjang hayat insya Allah akan tetap berdesa,” katanya seraya menyampaikan jargon hidupnya, Sing Waras Ojo Ngalah, agar desa dan negara tidak dikuasai orang-orang yang tidak waras.(abi)
Editor : Agus Baihaqi