JAWA POS RADAR BANYUWANGI - Aksi perkosaan kembali menimpa pelajar Sekolah Dasar (SD) di Banyuwangi. Kali ini menimpa Mawar (bukan nama sebenarnya).
Bocah berusia 12 tahun itu diperkosa DS, tetangga korban, yang saat ini masih duduk di bangku salah satu SMA di Banyuwangi.
Kasus asusila tersebut sudah dilaporkan orang tua korban ke Polresta Banyuwangi. "Sudah saya laporkan, aksi pencabulan dilakukan berulang kali, sejak Juli hingga Agustus 2023," ujar orang tua korban berinisial R, 67.
R menjelaskan, anaknya tinggal berdua dengannya sejak ibunya meninggal dunia. Karena R sering sakit-sakitan, anaknya jarang diawasi.
"Awalnya pelaku menghampiri anak saya dengan alasan akan mengajari bermain game," ujar warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi tersebut.
Sejak anaknya kenal dengan DS, perilakunya berubah drastis. Korban kerap menyendiri di dalam kamar. Perubahan itulah yang membuat curiga orang tuanya.
"Setelah saya tanya, ternyata mengaku diperkosa oleh pelaku," sebutnya.
Perbuatan bejat tersebut disertai ancaman kekerasan sehingga anaknya tidak bisa menolak. Koreban juga tak berani melaporkan kejadian yang dialami kepada siapa pun.
"Anak saya disetubuhi berulang kali dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan hampir setiap hari. Pelaku sering bermain ke rumah dengan alasan hendak mengajari anak saya bermain game," jelasnya.
Akibat perlakuan tersebut, korban mengalami depresi hingga menjadi pendiam. Korban jarang bersosialisasi dengan siapa pun.
"Anak saya trauma, saya berharap ada langkah tegas aparat penegak hukum untuk bisa segera menangkap pelaku," harapnya.
Baca Juga: Keseruan Memotret Dengan Fujifilm Instax Pal
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Soebarnapraja melalui Iptu Didik Hariyanto mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Masih dalam proses penyelidikan, karena ada beberapa alat bukti dan barang bukti (BB) yang dinilai belum cukup," tegasnya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin