Ayah dan Ibu ST tak mengira jika anaknya tengah berbadan dua. Awalnya, dikira kena penyakit tumor. Sebab, ST tidak pernah menyampaikan alasan kenapa perutnya membuncit. Duduga kuat, ST tak berkutik karena mendapatkan ancaman akan dibunuh oleh pelaku yang menghamilinya, DD.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo, beberapa minggu terakhir DD masih menampakkan diri. DD masih menyempatakn bermain ke rumah ST. Hanya saja, setelah ST diketahui hamil dan menyebutkan siapa pelakunya, DD sudah satu minggu tidak bermain. Padahal sebelum ST diketahui hamil, kedatangan DD bisa tiga kali dalam satu hari.
Bahkan, jika DD sudah datang ke rumah korban tidak pernah melihat situasi. Meskipun di rumah tersebut tidak ada ayah dan ibu ST, DD bisa bebas keluar masuk di rumah korban. Alasannya, ayah korban sudah menganggap DD sebagai saudaranya sendiri. Jadi tidak heran, kalau DD melancarkan aksinya begitu ST tinggal seorang diri.
“DD memang sering main ke rumah saya. Dia juga datang meskipun saya dan suami saya tidak ada di rumah. Kan saya tani, kalau pagi pasti kerja,” ungkap ibu ST.
Ibu ST meneceritakan, sebelum mengetahui anaknya hamil, Dia hanya melihat tingkah laku ST ada yang berbeda. Beberapa bulan terakhir dia hanya bisa bertanya tanya. Sebenarnya anaknya itu memiliki penyakit apa?. Dan dia juga bingung melihat anaknya yang sering demam. Hanya saja usaha yang dilakukan sebatas membawa anaknya ke tukang pijat tanpa dibawa ke rumah sakit.
“Saya membawanya ke tukang pijet. Kalau katanya dukun di perutnya anak saya ada semacam sesuatu yang bulat. Tapi tidak tahu itu penyakit apa. Dukun mengira, hanya penyakit tumor,” ungkap ibu ST.
Menurutnya, setelah ada indikasi penyakit tumur, dia hanya pasrah dan mengumpulkan uang untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Harapannya, agar diketahui penyakit yang diderita anaknya. Setelah dibawa ke puskesmas terdekat, ST diperiksa. Setelah di tespek keluar garis dua, yang menandakan ST positif hamil.
“saya bukan Cuma kaget pas mengetahui anak saya hamil. Waktu itu, saya benar-benar terpukul dan tidak menyangka anak saya yang memiliki keterbatasan dihamili orang,” terangnya.
Mendengar anaknya hamil, orang tua ST baru menanyakan siapa sebenarnya yang melakukan perbuatan haram itu. Sehingga ST mengaku kalau pernah disetubuhi oleh DD beberapa bulan yang lalu. “Sebelumnya, anak saya tidak berani mengaku, soalnya sudah diancam oleh DD. Katanya kalau mengaku dihamili akan dibunuh,” jelas ibu ST.
Ibu anak dua itu menegaskan, begitu mendengar pengakuan dari anaknya, dirinya langsung melaporkan ke kepala desa setempat. Selanjutnya menempuh jalur hukum. “Saya hanya mau DD ditahan. Mau dinikahkan juga tidak mungkin. Masak saya mau mengawinkan anak saya dengan kekek yang sudah punya cucu,” pungkas ibu ST. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal