Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perolehan Suara Dua Kandidat Draw, Musorkab KONI Banyuwangi Diulang

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 11 Desember 2023 | 19:30 WIB
IMBANG: Pengurus dari berbagai cabang olahraga mengikuti pemilihan ketua KONI Banyuwangi di Hotel Ketapang Indah, Sabtu (9/12). Musorkab tidak membuahkan hasil gara-gara perolehan suara calon imbang.
IMBANG: Pengurus dari berbagai cabang olahraga mengikuti pemilihan ketua KONI Banyuwangi di Hotel Ketapang Indah, Sabtu (9/12). Musorkab tidak membuahkan hasil gara-gara perolehan suara calon imbang.

KALIPURO, RadarBanyuwangi.id – Musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab) KONI Banyuwangi akan digelar ulang.

Penyebabnya, kedua calon ketua, yaitu Ahmad Khairullah dan Mukayin mendapatkan suara yang sama saat proses pemilihan yang berlangsung di Hotel Ketapang Indah, Sabtu lalu (9/11).

Musorkab dengan agenda khusus pemilihan ketua akan digelar pada Selasa sore (12/12) di kantor KONI Banyuwangi.

Keputusan tersebut diambil tiga pimpinan sidang pleno setelah Khairullah dan Mukayin mengumpulkan suara yang sama alias draw.

Keduanya sama-sama mendapatkan 18 suara dari 34 perwakilan cabor, satu pengurus KONI demisioner, dan satu pengurus provinsi.

"Sesuai dengan hasil konsultasi ke KONI Jatim, kita putuskan pemilihan ulang dilakukan pada 12 Desember. Hal ini sesuai dengan habisnya masa aktif pengurus lama," ujar ketua sidang pleno, Pebdi Arisdiawan.

Pemenang dari pemilihan ketua KONI seharusnya bisa langsung ditentukan pada Sabtu (9/12), andai saja pengurus KONI Jatim yang hadir pada Musorkab tidak memaksakan diri untuk memberikan hak suara.

Sesuai kuorum, ada 34 cabor yang hadir dan memiliki hak suara ditambah dengan suara pengurus incumbent sehingga menjadi 35 suara.

KONI Jatim memang memiliki hak suara pada pemilihan ketua umum, termasuk hak untuk tidak menggunakan suara tersebut.

Sebelum pemilihan dilakukan, beberapa cabor sempat meminta agar KONI Jatim tak menggunakan hak suaranya. Saran ini sebagai bentuk netralitas kepada dua calon ketua umum.

Namun, pengurus KONI Jatim yang dihadiri wakil ketua bidang organisasi Dedy Suharyadi dan anggota bidang organisasi Raymond Richard memilih menggunakan hak suaranya.

Hasilnya, saat penghitungan, kedua kandidat mendapatkan suara yang sama. Mukayin maupun Khairullah sempat dipanggil oleh ketua sidang dan KONI Jatim.

Ada dua opsi yang ditawarkan. Opsi pertama, Khairullah dan Mukayin berbagi jabatan. Salah satu menjadi ketua umum dan menjadi ketua harian. Namun usulan tersebut ditolak.

Sedangkan usulan kedua, Musorkab digelar ulang pada tanggal 12 Desember. Usul inilah yang akhirnya dipilih dan akan dilaksanakan.

"Sebenarnya sempat akan diadakan pemilihan ulang, tapi karena dikhawatirkan hasilnya sama, kita tunda sampai tanggal 12," imbuhnya.

Penundaan Muskorcab empat disayangkan oleh salah satu pengurus cabor. Ketua Umum Cabor Tarung Derajat Achmad Wahyudi mengatakan, penundaan tersebut berpotensi menciptakan iklim tidak sehat di tengah cabor. Sebab, kedua kandidat dipastikan akan melakukan lobi untuk mendapatkan suara tambahan.

"Tidak ada jaminan suasana kekeluargaan di tengah komunitas cabor ini akan tepengaruh. Saya sempat usulkan agar digelar pemilihan ulang," tandas pengasuh Ponpes Adzikra itu. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#koni #calon ketua #cabor #Musorkab #banyuwangi