Jury Presiden Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Amanat Fadillah mengatakan, Hingga kemarin (5/12) atlet Jawa Timur memborong sedikitnya 20 medali. Rinciannya, 12 medali emas, lima medali perak, dan tiga medali perunggu. “Hingga saat ini, atlet yang berasal dari Provinsi lain semakin ketinggalan jauh. Karena rata-rata atlet di luar Jawa Timur tidak sampai tujuh medali yang didapatkan,” ujarnya, Senin (5/12).
Kata dia, peringkat kedua perolehan medali ditempati Provinsi DI Yogyakarta. Mereka meraih delapan medali. Yakni, dua medali emas, dua medali perak, tiga medali perunggu. Urutan ketiga berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Yakni lima medali. Rinciannya, satu medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu. “ Jaraknya tipis sekali antara DI.Yogyakarta dan Kalsel. Diperkirakan nanti saat pertandingan final dimulai, bisa ada pergeseran peringkat antara DI.Yogyakarta dan Kalsel,” jelasnya.
Mamat menambahkan, banyaknya medali yang berhasil didapat oleh atlet Jatim, pihaknya memprediksi bahwa predikat juara umum akan diboyong oleh tuan rumah. “Kemungkinan nanti jatim bisa meraih juara umum, karena medali yang diperoleh lebih banyak dari provinsi lain,” paparnya.
Dia menjelaskan, FPTI baru pertama kali melaksanakan event Kejurnas lomba panjat tebing di pinggir pantai. Sebab, beberapa lokasi yang digunakan jauh dari pantai. “Ini baru pertama kali lomba panjat tebing di pinggir pantai. Menarik juga,” cetusnya.
Sementara itu, Direktur PT. Jasa Lindo, Armand Van Kempen mengatakan, Situbondo memiliki garis pantai terpanjang di Jawa Timur. Hal ini membuat Kota Santri dikenal dengan Wisata Bahari. “Kita punya fasilitas panjat tebing di pinggir pantai. Fasilitas ini memiliki dampak di wisata Bahari,” ucapnya.
Kata dia, pihaknya akan konsisten untuk melaksanakan event panjat tebing secara level Jawa Timur dan Nasional. Tahun depan akan menaikkan level kejuaraan Internasional. “Untuk fasilitas yang saat ini tersedia sudah memadai untuk kejuaraan tingkat internasional,” pungkasnya. (wan/pri/adv) Editor : Muhammad Khoirul Rizal