Banyak warga berdatangan saat para atlet mencoba spot paralayang di Desa Curahsuri. Sehingga membuat kawasan olahraga tersebut menjadi wahana wisata baru di wilayah barat Kota Santri. “Awalnya penasaran, kok warga ramai dan saya lihat sambil ada yang melayang, ya akhirnya datang pengen tahu juga,” ujar Lukman, Kamis (29/9).
Kata dia, warga mengaku terhibur dengan olahraga paralayang. Bahkan, mereka ikut panik melihat atlet menerbangkan alat tersebut. Bahkan tidak sedikit yang histeris. “Warga takut kalau sampai jatuh. Soalnya pas terbang itu kan tinggi. Karena banyak yang khawatir, suasananya jadi ramai,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Situbondo, Hadi Priyanto menyebutkan, ada delapan atlet paralayang yang sedang berlatih di bukit Curah Suri. Mereka merupakan atlet gabungan, dari Situbondo tiga atlet, sedangkan dari Banyuwangi lima atlet. “Alhamdulillah, antusias masyarakat besar dengan adanya olahraga paralayang. Lokasi yang digunakan start terbang dipenuhi warga,” ucapnya.
Hadi mengaku, Desa Curah Suri memang diproyeksikan untuk menjadi tempat olahraga paralayang. Karena kondisi anginnya yang mendukung. Sehingga aman untuk kegiatan paralayang. “Saat ini masih dipakai untuk berlatih dulu. karena ada beberapa fasilitas yang belum dibangun,” jelasnya.
Kata dia, selain menjadi tempat olahraga paralayang, Desa Curah Suri juga diperkirakan akan menjadi tempat olahraga atlet gantole (atlet layangan gantung). Pasalnya, kondisi alamnya sangat mendukung. “Kami punya empat atlet gantole yang saat ini mengikuti pelatihan di bandar udara Jember. Setelah mereka selesai berlatih, nantinya akan kembali ke Situbondo, dan memanfaatkan area Curah Suri ini,” kata politisi Partai Demokrat itu.
Hadi mengaku, saat ini organisasi yang dipimpinnya itu fokus kepada pembinaan atlet paralayang maupun gantolle agar giat berlatih. Sehingga pada acara pekan olah raga mendatang, Situbondo sudah memiliki atlet kebanggaan. “Kami pastikan pada acara pekan olahraga, Situbondo sudah memiliki atlet paralayang dan gantole. Karena olahraga masih baru kita buat,” ungkapnya.
Menurutnya, atlet yang dibina itu nantinya bisa masuk dalam bidang olahraga dibawah naungan KONI. Sehingga cabang olahraga kita bertambah, dan atlet tersebut dapat dibina secara terus menerus. “harapan kami pemerintah memiliki perhatian terhadap atlet paralayang dan gantole,” pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal