Hadiyanto selaku pelatih panco mengatakan, atlit yang sudah dilatihnya dan memenangkan perlombaan di tingkat nasional sudah banyak. Hanya saja, tidak terpublikasikan di media. Mereka hanya berjalan didampingi pelatih dan temannya saja. “Kalau yang terbaru memenangkan juara dua ya Abdurrahman. Dia menang juara 2 dari 50 orang lebih yang bertanding. Begitu menang ya yang disebut namanya dan kota asalnya,” ungkap Hadiyanto.
Kata dia, memenangkan perlombaan tersebut, sudah sangat luar biasa. Setidaknya, pemuda Situbondo juga mendeapatkan lirikan, yang mampu melahirkan atlit panco. Meskipun atlit yang sudah banyak memenangkan berlombaan tidak pernah dapat apresiasi dari pemerintah.
“Bukan tidak diapresiasi, tapi pemerintah belum pernah melihat kami. Dan kami juga tidak pernah mendekat kepada pemerintah karena tidak tahu caranya untuk meminta bantuan kepada pemerintah,” imbuh Hadiyanto
Kata dia setiap kali mengadakan even maupun mengikutkan atlit-atlit terbaiknya dalam perlombaan, dirinya sering sekali kebingungan untuk mendapatkan ongkos jalan. Kalau ada rejeki, Hadiyanto yang memberikan uang pribadinya kepada atlit. "Kita hanya minta sama orang yang suka panco saja. Kadang dikasi, kadang juga tidak, tidak jarang mengambil dari kantong sendiri yang terpenting atlit bisa berangkat ikut perlombaan" katanya.
Karena mengadakan tempat latihan berdasarkan dengan hobi, sehingga berapa pun dia rela mengeluarkan uang. Yang terpenting atlit yang memiliki bakat bisa ikut perlombaan. “Kalau semangat masih ada dan yakin, pasti sampai ke tujuannya. Kadang saya bilang sama atlet saya. Kalau menang, saya minta uang bensin. Kalau sebaliknya ya saya yang akan menanggung semua,” pungkas Hadiyanto. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal