RadarBanyuwangi.id – Kobaran api di sejumlah titik di Taman Nasional (TB) Baluran Situbondo berhasil dijinakkan oleh petugas Pemadam Kebakaran hutan, Minggu lalu (1/10).
Senin (2/10), pintu wisata yang sempat ditutup sudah mulai dibuka kembali. Namun, penjagaan diperketat untuk menghindari terjadinya kebakaran di lokasi inti Africa Van Java.
Kepala Taman Nasional Baluran Dr. Johan Setiawan, S.Hut. mengatakan, usaha untuk memadamkan si jago merah butuh waktu satu pekan. Terhintung sejak hari Senin lalu (25/9) hingga hari Minggu (1/10).
“Hari minggu api berhasil dijinakkan, sekarang (kemarin) kami lakukan pembukaan pintu wisata lagi,” ungkap Johan.
Dikatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang kesekian kalinya, penjagaan pintu wisata dijaga dengan ketat.
Setiap pengunjung yang ingin masuk pasti diimbau agar ikut menjaga keamanan hutan dengan cara tidak menghidupkan api di tengah hutan.
“Pengunjung diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan. Soalnya lokasi wisata benar-benar gersang dan gampang terjadi kebakaran jika ada percikan api. Kalau ada rokok dibung ke lahan kering, kena angin bisa jadi membesar,” tegas Johan.
Masyarakat sekitar juga diimbau agar tidak menyalakan api di tengah hutan. Sebab, ada juga pekerja yang menghidupkan api karena kedinginan lalu ditinggalkan begitu saja.
“Yang menjadi faktor kebakaran memang belum kami ketahui. Tapi memang ada kebiasaan warga yang bakar sampah di tengah hutan untuk menghangatkan badan. Habis itu kadang ditinggalkan,” cetus Johan.
Untuk luas total kebakaran masih sama dengan laporan yang pertama, yaitu sekitar 260 hektare. Alasannya, meskipun kebakaran tidak kunjung padam, lokasinya tetap di lokasi yang semula.
“Alhamdulillah petugas dan relawan kebakaran bisa meminimalisir sebaran kebakaran,” tutup Johan. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin