RADAR SITUBONDO – PLN UP3 Situbondo menyediakan khusus satu buah Uninterruptible power supply (UPS) berkapasitas 250 KVA dan Genset 160 KVA, serta Koneksi PLN – UPS – ATS dan genset untuk kesuksesan kegiatan temu inklusi nasional ke-lima, di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Dengan begitu, kebutuhan listrik selama acara digelar dari tanggal 31 Juli hingga 2 Agustus 2023 tetap terjaga.
Manajer PLN UP3 Situbondo Suhandopo mengatakan, pihaknya berupaya untuk memberikan pelayanan maksimal dalam mendorong kegiatan temu inklusi nasional. Salah satunya dengan menjaga agar kebutuhan listrik tetap tersedia hingga berakhirnya acara.
"Upaya yang kami lakukan agar pelaksanaan temu inklusi nasional ini berjalan lancar dengan memberikan listrik yang aman dan handal. Sehingga, acara temu inklusi nasional bisa berjalan secara sukses," ujarnya, Senin (31/7).
Lebih lanjut, Suhandopo menjelaskan, ketersediaan listrik dalam acara tersebut juga menggunakan dua penyulang yang berbeda. Yakni penyulang Asembagus dan penyulang Kayumas. Maka dipastikan kebutuhan listrik dapat tercukupi.
"Ada beberapa alternatif yang sudah disiapkan oleh kami. Ini dilakukan untuk meminimalisasi kendala-kendala di lapangan untuk penyediaan kebutuhan listrik tersebut," jelasnya.
Masih kata Suhandopo, selama kegiatan berlangsung selama tiga hari itu, PLN juga menyiagakan belasan petugas profesional. Mereka akan intens melakukan pengawasan ketersediaan listrik.
"Setiap hari ada 15 petugas kami yang berjaga di lokasi inklusi. Mereka setiap hari intens melakukan penjagaan secara bergantian. Agar acara tersebut berlangsung dengan aman dan lancar," imbuhnya
Selain itu, Suhandopo berharap, agar acara temu inklusi berjalan lancar. Sehingga, bisa menghasilkan gagasan untuk pembangunan berkelanjutan, dan konvensi hak-hak penyandang disabilitas.
"Sinergisitas dan berjaring ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia yang inklusif bagi difabel. Ini sekaligus sebagai media untuk mendorong percepatan Implementasi Undang-undang nomor 8 tahun 2016 sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk mewujudkan hak-hak disabilitas," ucapnya.
Dikatakan, Peserta Temu Inklusi Nasional ke-5 ini dihadiri oleh 3000 peserta dari 20 provinsi di Indonesia yang terdiri dari organisasi difabel, aparat penegak hukum, pengacara, pemerintahan, lembaga riset, BUMN dan BUMD, Kelompok media dan lainnya.
Suhandopo menambahkan, selama acara temu inklusi nasional digelar, sejumlah pihak dari pejabat PLN Situbondo tidak tinggal diam. Mereka turun ke lapangan untuk memantau langsung ketersediaan listrik.
"Di sini ada Manajer Bagian Jaringan, Yanuar Farid Habibi dan Manajer ULP Asembagus Bapak Selamet. Beliau turun langsung memantau mulai dari persiapan sampai acara selesai," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Teknisi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Jamhuri menyatakan, PLN dan pondok pesantren selalu bekerja sama dalam menjaga pasokan listrik di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah. Sehingga ketersediaan listrik berjalan lancar.
"Kami berterima kasih kepada PLN dengan siaga menjaga pasokan listrik selama acara berlangsung," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin