RADAR SITUBONDO – SMPN 3 Mlandingan Satu Atap kekurangan peserta didik. Jumlah siswa kelas VII hingga kelas IX yang ada di sekolah tersebut hanya sembilan orang.
Saat musim penerimaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB), hanya ada satu siswa yang mendaftar.
Kepala SMPN 3 Mlandingan Satu Atap, Widodo mengatakan, berbagai cara sudah dilakukan untuk meningkatkan jumlah peserta didik di sekolah yang dipimpinnya.
Terbaru, pihak sekolah door to door ke rumah-rumah warga. Namun yang mendaftar masih sangat minim.
“Untuk siswa baru yang saat ini masuk sekolah di SMPN 3 Mlandingan Satu Atap ada satu murid. Padahal kami sudah mendatangi rumah-rumah warga agar anak-anaknya menempuh pendidikan di sekolah kami,” ujarnya, Kamis (27/7).
Kata dia, jumlah keseluruhan peserta didik yang ada saat ini tidak sampai sepuluh siswa. Itu terhitung dari siswa kelas VII hingga kelas IX.
“Siswa kelas tujuh ada satu orang. Lalu kelas delapan empat orang dan kelas sembilan ada tiga orang. Total siswa kami ada sembilan orang,” jelasnya.
Widodo menjelaskan, minimnya peserta didik itu karena faktor lingkungan sekolah. Warga di sekitar sekolah jumlahnya memang tidak banyak. Sehingga wajar jika siswa yang masuk sekolah masih minim.
“Jumlah penduduk di sekitar SMPN 3 Mlandingan Satu Atap itu sedikit. Orang tua di sana itu kebanyakan memasukkan anaknya ke pondok pesantren. Maka wajar saja kalau yang masuk ke sekolah kami terbatas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid PPTK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Situbondo, Andi Yulian Haryanto mengatakan, penerimaan siswa baru tingkat menengah pertama di Kabupaten Situbondo ini mengalami penurunan. Rata-rata orang tua memilih memasukkan anaknya ke pondok pesantren.
“Kami masih terus melakukan evaluasi terkait kekurangan murid dan kelemahan di sekolah-sekolah. Maka selanjutnya akan dilakukan perbaikan baik untuk meningkatkan jumlah peserta didik," pungkasnya. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin