Saat ini cukup mudah untuk menemukan pedagang buah blewah di pinggir jalan pantura. Ada yang membuka lapak khusus Blewah. Namun, tidak sedikit yang menjualnya bersama beraneka ragam buah lainnya, seperti Semangka, Jeruk, Anggur dan lain-lain.
"Buah ini memang diincar saat bulan Ramadan. Buah ini (blewah) memang biasa dijual saat bulan puasa. Kalau bukan bulan, jarang yang jualan kan?. Bahkan tidak ada yang jualan, kalau sekarang jual semuanya," ungkap Firda, salah satu pedagang buah blewah pada koran ini.
Ibu dua anak yang berjualan buah di pinggir jalan raya kecamatan Panji itu mengakui, buah Blewah sempat dijual Rp 10 ribu perkg pada awal bulan Ramadan. Harga itu bertahan hingga delapan hari. "Hari ke tujuh sudah Rp 9 ribu, dan sekarang (kemarin) sudah turun Rp 3 ribu, menjadi Rp 7 ribu perkg," imbuhnya.
Dikatakan, penurunan harga blewah akibat peminatnya yang mulai mengurang. Sebab masyarakat mulai banyak yang membuat kue. Sehingga pembeli blewah berkurang. Sehingga, pertengahan puasa bisa dipastikan harganya akan lebih murah lagi.
"Pertengahan bulan puasa akan lebih murah lagi. Tapi saya tidak tahu yah, berapa harga Blewah kalau sudah anjlok. Biasanya ya tinggal Rp 2 ribu saja," jelas ibu yang sudah sembilan tahun jualan buah-buahan itu.
Untuk buah buahan yang lain seperti melon super masih stabil. Harga per-kg-nya masih Rp 10 ribu. Tetapi buah melon yang biasa Rp 5 ribu. Sedangkan buah semangka dipatok Rp 9 ribu perkg. "Kalau semangka dan melon biasanya musiman. Kalau musim ya murah, kalau tidak musim ya mahal," tutup Farida. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal