Salah satu nelayan asal Banyuglugur, Arik mengatakan, kemunculan hiu tutul itu sempat membuatnya kaget. Sebab, tiba-tiba muncul dan jaraknya sangat dekat dengan kapal yang ditumpanginya saat menangkap ikan. ”Itu muncul (hiu tutul) terus mendekat ke kapal kita. Meski tidak berbahaya, tapi khawatir juga takut menabrak kapal kita. Apalagi ukurannya yang besar itu,” ujarnya, Jumat (17/3).
Lebih lanjut, Arik mengatakan, hewan yang memiliki nama Latin Rhincodon typus itu cukup lama muncul di permukaan air. Sekitar satu jam lebih hewan tersebut terus bergerak berputar di perairan tersebut. ”Bentuknya yang besar dan panjang itu tampak jelas saat bergerak muter di air,” ucapnya.
Salah satu warga Kendit, Arifin, mengaku tertarik untuk melihat langsung penampakan hiu tutul. Sebab, dirinya baru pertama kali melihat langsung wujud hewan laut tersebut. ”Karena ada ramai-ramai warga di pinggir pantai ini (Kampung Kerapu) saya berhenti sebentar. Penasaran ada apa di laut,” ucapnya.
Arifin menyebutkan, setelah selesai memarkir kendaraan yang ditumpangi itu, dirinya pun mendekat ke arah kerumunan warga. ”Ternyata banyak warga kumpul karena ada hiu tutul di laut. Saya pun akhirnya tertarik untuk merekam lewat HP,” bebernya.
Sementara itu, Kabid Perikanan di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Situbondo Roy Hidayat membenarkan adanya kemunculan kawanan hiu tutul. Itu diketahui setelah dirinya menerima kiriman video dari nelayan. ”Iya, saya tahunya dari kiriman video yang dikirim oleh teman nelayan,” ucapnya.
Kata Roy, fenomena munculnya hewan berukuran besar tersebut bukan yang pertama kalinya di Situbondo. Hampir setiap tahun hewan itu bisa ditemui di sekitar perairan Situbondo. ”Mereka datang ke perairan kita karena banyaknya ketersediaan plankton yang menjadi makanan hewan tersebut,” pungkasnya. (wan/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal