Robi mengatakan, pekerjaan yang digeluti tersebut sudah berlangsung sekian tahun. Hingga saat ini dia memiliki sejumlah karyawan yang melancarkan pekerjaannya setiap hari. Dari proses pencarian ayam, pemotongan hingga menjadi sate lalat.
“Karyawan khusus mencari ayam potong sekaligus menyembelih sudah ada, bagi yang fokus menusuk ada. Kalau yang membuat bumbu saya sendiri, soalnya sudah perintah dari orang tua, khusus bumbu harus dikerjakan sendiri,” kata Robi.
Robi menjelaskan, pekerjaan tersebut cukup memakan banyak waktu. Sebab, start bekerja harus dimulai pagi hingga pukul 13.00. Habis itu lanjut menjual sate lalat di depan Mapolres Situbondo. “Saya berjualan sate lalat sejak pukul 15.30, hingga pukul 21.00. Jadi, dari pagi hingga malam fokus dari proses penusukan sate hingga proses penjualan,” ungkap Robi.
Dari berjualan itulah dia bisa mendapatkan keuntungan yang bisa menopang kehidupannya setiap hari. Dari membiayai anak-anaknya yang sekolah. Bahkan bisa memberikan gaji terhadap karyawannya. “Alhamdulillah hasil yang kami dapatkan setiap hari mencapai Rp 2 juta. Itu masih hasil kotor. Tapi sudah lumayan bagi saya,” kata Robi.
Robi mengatakan, berdagang apa saja kuncinya hanya satu, yaitu telaten. Apalagi pada saat musin penghujan. Biasanya, peminat sate pada saat hujan-hujan meningkat, namun cara bekerjanya yang sulit. “Kalau musim hujan, banyak orang yang pesan sate. Sedangkan api sulit dihidupkan, makanya harus benar-bnenar telaten,” pungkas Robi. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal