Iringan lagu Selawat Nabi dan pembacaan puisi perjuangan ibu, menjadi backsound acara yang diliputi suasana haru tersebut. Tak pelak, saat momen membasuh kaki berlangsung, baik ibu maupun sang anak sama-sama tak mampu membendung air mata.
Usai itu, para siswa yang duduk di bangku MTs itu sungkem kepada ibunya, saling bermaaf-maafan. Mereka memeluk perempuan yang telah melahirkannya ke dunia tersebut. Tidak berakhir sampai di situ, mereka juga meminum air cucian kaki sang ibu. Air tersebut diyakini penuh keberkahan. Nah, saat prosesi ini berlangsung, tangisan beberapa orang ibu semakin keras. Mereka tampak terharu melihat sang anak meneguk air basuhan kakinya.
”Saya sangat terharu, dan saya baru pertama kali membasuh kaki ibu saya. Insya Allah dengan meminum air cucian telapak kaki ibu, hati saya lebih terbuka,” kata Adinda, siswi MTs Nurul Huda Campalok.
Guru MTs Nurul Huda Campalok Syaiful Bahri mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk merayakan Hari Ibu. Seluruh wali murid MTs dan PAUD diundang untuk menghadiri acara tersebut. ”Acara ini tentu bermanfaat, setidaknya ada sentuhan langsung antara hati ibu dan hati seorang anak. Dengan begitu, anak didik kita bisa lebih berbakti terhadap kedua orang tua,” ujarnya.
Syaiful berharap, anak didiknya memiliki keterbukaan hati maupun pikiran dalam menempuh pendidikan. Diharapkan, anak didiknya yang berada di pedesaan tetap semangat menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. ”Kami sangat berharap anak didik kami tidak hanya menyelesaikan tingkat MTs saja. Semoga anak didik kami bisa lanjut ke SMA dan bisa tuntas menyelesaikan kuliah,” pungkasnya. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal