Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai memakan korban luka maupun jiwa. Sebab, warga yang merasakan getaran gempa bisa dengan cepat menyelamatkan diri. ”Getaran gempa membuat warga di sini (Selobanteng) sangat panik. Warga banyak yang lari ke luar rumah,” ungkap Sugeng, warga setempat, pada koran ini kemarin (24/11).
Usai kejadian, warga setempat masih takut memasuki rumah. Mereka khawatir akan terjadi gempa susulan. Apalagi, dengan adanya kabar duka yang dialami warga Cianjur beberapa hari yang lalu. ”Semua orang kan sudah tahu kejadian yang di Cianjur. Makanya, takut. Warga dan saya sendiri memilih tidur di teras rumah. Kami khawatir ada gempa susulan,” jelas Sugeng.
Puriyono menyebut, kerusakan paling berat menimpa rumah milik Uwan, 46, warga Dusun Beringin. Akibatnya, Uwan mengalami kerugian mencapai Rp 5 juta. Sedangkan kerugian yang dialami Pak Nittro, 62, dan Raisa, 30, masing-masing mencapai Rp 1 juta.
Sementara kerugian yang diakibatkan kerusakan Musala Babussalam ditaksir mencapai Rp 1 juta. ”Hasil kaji cepat kami, kerusakan yang dialami kebanyakan genteng melorot, kaca yang pecah, dan gedung yang retak. Selain itu banyak kulit tembok yang mengelupas,” tegas Puriyono. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal