Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gempa di Probolinggo Rusak Tiga Bangunan di Selobanteng

Edy Supriyono • Minggu, 27 November 2022 | 15:00 WIB
TIDUR DI LUAR RUMAH: Sejumlah warga di Kecamatan Banyuglugur memilih tidur di halaman rumah untuk mengantisipasi terjadinya gempa susulan, Rabu malam (23/11). (HUMAIDI/JPRS)
TIDUR DI LUAR RUMAH: Sejumlah warga di Kecamatan Banyuglugur memilih tidur di halaman rumah untuk mengantisipasi terjadinya gempa susulan, Rabu malam (23/11). (HUMAIDI/JPRS)
BANYUGLUGUR, Jawa Pos Radar Situbondo – Warga Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, panik karena getaran gempa bumi tektonik yang berpusat di Probolinggo, Rabu malam, (23/11). Akibat guncangan gempa yang cukup kencang, dua rumah warga dan satu musala rusak.

Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai memakan korban luka maupun jiwa. Sebab, warga yang merasakan getaran gempa bisa dengan cepat menyelamatkan diri. ”Getaran gempa membuat warga di sini (Selobanteng) sangat panik. Warga banyak yang lari ke luar rumah,” ungkap Sugeng, warga setempat, pada koran ini kemarin (24/11).

Usai kejadian, warga setempat masih takut memasuki rumah. Mereka khawatir akan terjadi gempa susulan. Apalagi, dengan adanya kabar duka yang dialami warga Cianjur beberapa hari yang lalu. ”Semua orang kan sudah tahu kejadian yang di Cianjur. Makanya, takut. Warga dan saya sendiri memilih tidur di teras rumah. Kami khawatir ada gempa susulan,” jelas Sugeng.

Photo
Photo
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono menjelaskan, begitu mendengar laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan asesmen kaji cepat di Desa Selobanteng. Hasilnya, ada tiga rumah dan satu musala di Dusun Beringin dan Kerajan, Desa Selobanteng, yang rusak ringan hingga sedang. ”Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut,” katanya.

Puriyono menyebut, kerusakan paling berat menimpa rumah milik Uwan, 46, warga Dusun Beringin. Akibatnya, Uwan mengalami kerugian mencapai Rp 5 juta. Sedangkan kerugian yang dialami Pak Nittro, 62, dan Raisa, 30, masing-masing mencapai Rp 1 juta.

Sementara kerugian yang diakibatkan kerusakan Musala Babussalam ditaksir mencapai Rp 1 juta. ”Hasil kaji cepat kami, kerusakan yang dialami kebanyakan genteng melorot, kaca yang pecah, dan gedung yang retak. Selain itu banyak kulit tembok yang mengelupas,” tegas Puriyono. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#rumah rusak #Bangunan Rusak #Gempa