Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Sandy Hendrayono, melalui Kasi Penanggulangan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Hari Santoso mengatakan, sembilan tempat digunakan untuk menangani pasien HIV/AIDS berdasarkan ketersediaan alat khusus yang dimiliki untuk menangani pasien. Selain itu, petugas kesehatan yang sudah paham untuk menangani dan merawat pasien tersebut.
"Makanya, tidak semua rumah sakit atau puskesmas yang bisa melayani pasien HIV/AIDS. Tempat yang dipilih itu karena terdapat alat yang lengkap dan tenaga kesehatannya memiliki keterampilan," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon, Senin (21/11).
Selain itu, Hari mengatakan, perlu ada penanganan khusus untuk merawat pasien HIV/AIDS.. Pasalnya, selain pengobatan yang diberikan secara langsung dengan tindakan pemeriksaan rutin. Misalnya , juga didorong dengan pengobatan mental pasien. "Jadi harus seimbang cara penanganannya. Dilakukan secara langsung dengan memberikan obat, serta tidak langsung dengan cara memotivasi,” ungkapnya.
Kata dia, Yang cukup sulit itu ketika petugas menyentuh mental pasien. Bagaimana bisa memotivasi pasien untuk terus mau berobat secara rutin,"Ini butuh proses cukup panjang terkait motivasi yang diberikan. karena memang tidak mudah,” imbuhnya.
Hari menjelaskan, Dinkes membentuk tim yang bernama Sebaya. Tugasnya adalah untuk melakukan pendampingan dan memberikan dorongan moril. “Paling penting bagaimana mereka bisa memotivasi pasien HIV/AIDS. Sehingga, dengan keinginan besar dari pasien berobat, bisa jadi penyakitnya sembuh,” jelasnya.
Dikatakan, belum bisa diketahui secara pasti berapa lama pasien HIV/AIDS bisa sembuh. Sebab, itu tergantung kepada diri orang masing-masing. “Kondisi tubuh orang ini berbeda-beda. Ada yang fisiknya kuat kadang bisa juga sembuhnya cepat, ada juga yang perlu waktu cukup lama untuk sembuh atau bahkan juga sampai meninggal,” ucapnya.
Kata dia, hingga saat ini belum ada waktu khusus untuk menentukan orang bisa sembuh dari penyakit HIV/AIDS. Namun setidaknya, pengobatan itu dilakukan bagian dari upaya untuk bisa kembali sehat secara normal. "Belum ada waktu yang bisa ditentukan untuk mengatakan orang sembuh dari penyakit HIV/AIDS. Itu tergantung kepada kondisi tubuhnya masing-masing," pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal