Salah satu wisatawan, Iksan menyatakan, kawanan monyet yang turun dari hutan itu tidak sampai membuat pengunjung terancam keamanannya. Namun, kawanan monyet itu tidak jarang membawa kabur makanan yang dibawa wisatawan. “Meski monyet tidak membahayakan pengunjung, tapi wisatawan banyak yang ngeluh karena makannnya dibawa kabur,” ujarnya, Minggu (2/10).
Iksan mengatakan, banyaknya monyet yang turun dari hutan bukan tanpa sebab. Bisa jadi karena area hutan yang ditempati sudah kekurangan makanan. Sehingga, mereka turun untuk mencari makan. “Biasanya jarang ada monyet mengganggu. Itu pun hanya beberapa ekor saja yang terlihat di pohon. Tapi akhir-akhir ini justru banyak yang turun ke jalan,” jelasnya.
Menurut salah satu pedagang di area wisata, Yuni Anita, munculnya hewan di area wisata itu hanya untuk mencari makanan. Sehingga, tidak akan membahayakan pengunjung. “Mereka itu mendekati wisatawan hanya untuk mencari makanan. Kalau sudah dapat pasti pergi,” ucapnya.
Yuni mengaku, dirinya menjadi korban para monyet liar tersebut. Selain makanan yang hilang dibawa pergi, air minum yang disusun rapi di meja makan juga dibawa pergi. “Meski kami jaga supaya tidak di masukin monyet, masih saja kecolongan. Makanan dan minumam dibawa kabur,” ucapnya.
Kata dia, wajar banyak monyet turun dari hutan untuk mencari makan. Area yang ditempati hutan sering kali terjadi kebakaran. Sehingga, sulit untuk mendapatkan makanannya. “Kasus kebakaran hutan sering terjadi. ini saja bekasnya masih ada. kalau sebelum terjadi kasus kebakaran, tumbuhannya masih hijau, mereka itu jarang menggangu. Paling cuman lompat-lompat di pohon, tapi tidak sampai turun,” pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal