Kata dia, dirinya sangat berharap adanya perlindungan bagi para sopir truk tebu. Tujuannya, agar proses suplai bahan baku gula tetap berjalan lancar. “Salah satunya perlindungan bagi kesejahteraan para sopir. Serta, perlindungan menghadapi masalah di jalan. Pastinya kami sering mengalami kendala saat di jalan, seperti ban pecah atau lainnya. Maka dari itulah, sopir truk tebu berharap adanya perlindungan," katanya.
Selain itu, jelas Subairi, perlindungan mengantisipasi gesekan antar sopir truk. Itu sebagai salah satu konsekwensi persaingan bisnis. Apalagi, para sopir truk juga bukan hanya berasal dari Kabupaten Situbondo. Tapi, juga banyak yang berasal dari luar daerah untuk menyuplai bahan baku ke PG. "Peran PG ini lah yang harus selalu di depan. Jika ingin suplai bahan baku terus berjalan dengan baik dan lancar," ungkapnya.
Subairi menambahkan, selama ini memang banyak sopir truk tebu yang kirim ke luar kota. Namun di tahun 2022 ini, sopir sudah kembali menyuplai sejumlah PG di Kota Santri. "Nah, dengan sejumlah jaminan yang diberikan oleh PG ke para sopir tentunya akan membuat sopir truk tebu lebih memilih untuk menyuplai PG dibandingkan kepada swasta," jelasnya. (rio/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal