Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalur Maut 23 KM di Hutan Baluran; Selama 2022 Sudah 7 Kecelakaan, Empat Tewas

Edy Supriyono • Minggu, 2 Oktober 2022 | 22:32 WIB
RAWAN LAKA: Jalan Raya Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih, cukup membahayakan para pengendara. Sehingga saat melintas perlu ekstra waspada. (Bagus Rio/Radar Situbondo)
RAWAN LAKA: Jalan Raya Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih, cukup membahayakan para pengendara. Sehingga saat melintas perlu ekstra waspada. (Bagus Rio/Radar Situbondo)
BANYUPUTIH, Jawa Pos Radar Situbondo – Jalur lalu lintas di Hutan Baluran sudah diperlebar. Badan jalannya sudah memungkinkan untuk dilewati tiga kendaraan sekaligus di masing-masing lajur.   Meski demikian, pengendara tetap dituntut ekstra hati-hatis aat melewati jalan sepanjang 23 kilometer tersebut. Sebab, banyak titik rawan laka.

Satlantas Polres Situbondo mencatat, sejak awal tahun 2022 lalu hingga kemarin (30/9) sudah tercatat tujuh kali terjadi insiden kecelakaan di jalan raya Hutan Baluran. Bahkan, empat orang di antaranya harus kelhilangan nyawa. ”Jadi  jalur Baluran sangat rawan dan menjadi atensi kita,” ujar Kanit Laka Polres Situbondo, Ipda Kadek Yasa.

Dia mengatakan, jalan raya Baluran menjadi jalur utama penghubung antara Kabupaten Situbondo dengan Banyuwangi. Kawasan itu, masuk wilayah hukum Polres Situbondo. ”Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 23 kilometer,” katanya.

Di sepanjang jalur tersebut, lanjut Kadek, kadang terjadi kecelakaan yang tidak masuk nalar. Mulai dari pecah ban, sopir mengantuk, maupun karena human error. ”Kecelakaan menimpa kendaraan berat, kendaraan roda empat biasa, hingga sepeda motor,” cetusnya.

Sebenarnya, masih kata Kadek, kecelakaan paling cenderung terjadi karena human error.sebab, , banyak pengendara yang tidak memahami kondisi jalan. ” Pengetahuan masyarakat akan jalur Baluran masih minim, Padahal sudah dipasang rambu-rambu lalu lintas,” ungkapnya.

Seharusnya, masyarakat lebih sadar akan keselamatan di jalan. Sehingga, tidak melamun ataupun tidak fokus saat berkendara. ”Memang kondisi jalan cukup berfariasi, dari berlubang maupun bergelombang,” tuturnya.

Meski begitu, tidak jarang masyarakat yang melewati jalur tersebut sering terlena. Dikarenakan, jalan yang bagus dan spot yang lurus membuat para pengendara langsung tancap gas. ”Pengendara biasanya banyak yang ugal-ugalan, bahkan tidak jarang mereka juga melakukan aksi saling kejar,” ungkapnya.

Kadek menambahkan, padahal seharusnya pengendara yang melewati jalur tersebut tetap harus fokus. Dikarenakan kondisi cukup banyak tikungan. Agar, tidak membahayakan para pengendara itu sendiri.

”Kita berpesan agar para pengendara selalu waspada dan hati-hati ketika melewati jalur Baluran,” imbaunya.(rio/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#pantura #rawan kecelakaan #baluran