Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pembangunan Sumur Bor di Daerah Kering Belum Terjangkau Seluruhnya

Edy Supriyono • Senin, 5 September 2022 | 18:06 WIB
TERJADI TIAP TAHUN: Petugas BPBD Situbondo mengisi wadah yang disediakan warga untuk air bersih, di Dusun Jambangan Timur Desa Plalangan, Kecamatan Sumbermalang, Jumat (2/9) lalu. (BPBD for Radar Situbondo)
TERJADI TIAP TAHUN: Petugas BPBD Situbondo mengisi wadah yang disediakan warga untuk air bersih, di Dusun Jambangan Timur Desa Plalangan, Kecamatan Sumbermalang, Jumat (2/9) lalu. (BPBD for Radar Situbondo)
SUMBERMALANG, Jawa Pos Radar Situbondo – Pemkab Situbondo sudah membangun sumur bor di sejumlah titik kekeringan untuk  mengantisipasi terjadinya kekurangan air bersih. Namun sayang, langkah ini belum mampu mencukupi kebutuhan warga terhadap air bersih saat puncak kemarau terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Zainul Arifin mengatakan, sejumlah dusun sudah menjadi langganan kekeringan tiap tahun saat memasuki musim kemarau. “Memang ada beberapa dusun yang sudah dibuatkan sumur bor, namun sumber airnya masih belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat, sehingga masih membutuhkan bantuan,” terangnya, tadi malam.

Dia menyebutkan, sumur bor yang sudah dibangin Pemkab di beberapa titik terdampak kekeringan di antaranya ada di Dusun Polay, Dusun Jambangan, dan Desa Gunung Putri dan Dusun Bendusa. “Namun kendalanya memang karena faktor alam. Air sumber sumur bor itu tidak mengalir saat memasuki kemarau,” imbuhnya.

Meski demikian, lanjut Zainul, di tempat lain keberadaan sumur bor mampu mencukupi kebutuhan air bersih warga. Dia mencontohkan sumur bor yang ada di Dusun Sodung, Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih. Sejak dua tahun ini, daerah yang biasa terdampak kekeringan tersebut sudah bisa diatasi melalui sumur bor.

“Begitu juga Dusun Jeruken Desa/Kecamatan Mlandingan, juga telah terpenuhi untuk kebutuhan air bersih warga melalui sumur bor. Dua dusun itu sudah tidak meminta distribusi air bersih lagi, karena sumur bor yang ada mampu mencukupi kebutuhan warga sekitar,” ungkapnya.

Kata dia, untuk mencukupi kebutuhan air bersih di daerah kekeringan, petugas BPBD melakukan droping air setiap hari secara bergantian. Volume air yang didistribusikan sebanyak 5000 liter. “5000 liter air bersih itu kami perkirakan akan habis dalam waktu lima hari. Itu sudah kami perhitungkan dengan jumlah penduduk yang ada,” tuturnya.

Zainul mengatakan, daerah yang mulai mengalami kekeringan di awal bulan September ini bertambah. Sebelum hanya Dusun Polai, Bendusa desa Jatisari, Kecamatan Arjasa. Kemudian Desa Gunung Putri, Kecamatan Bungatan, dan Desa Plalangan, Kecamatan Sumbermalang yang sudah kekurangan air bersih sejak pertengahan Agustus lalu.

“Sekarang bertambah titik pengiriman air bersih. Yakni  Jambangan Timur, Jambangan Tengah, dan Jambangan Barat, Desa Plalangan Kecamatan Sumbermalang. Dusun Sokaan Timur, Sokaan Barat, Desa Gunung Putri Kecamatan Suboh,” pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#situbondo #sumur bor #krisis air #air bersih #Daerah Kering