Informasi yang dihimpun koran ini, nasib nahas yang dialami Edi terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Waktu itu, Edi yang memang operator Convayer mencoba membantu membersihkan ampas tebu yang seharusnya dikerjakan oleh ahlinya (maintenance). Karena bukan tenaga ahli, Edi terpeleset. Ironisnya, tangan bagian kanannya memasuki mesin hingga tergilas. Tempat kejadian tersebut penuh dengan bercak darah segar.
Saat kejadian, Edi diduga bekerja seorang diri. Beruntung saat tangannya sudah putus, dia masih bisa mamanggil temannya menggunakan HT yang dipegangnya. Edi memanggil operator lain untuk segera mendatangi lokasi kejadian. Dia mengabarkan jika sudah mengalami kecelakaan.
Begitu temannya datang, Edi sudah terkapar berteriak kesakitan. Sehingga, teman-temannya langsung mengusung Edi dan membawa ke RSU Asembagus. Sayangnya, di rumah sakit tersebut tidak mampu untuk melakukan perawatan dan harus di rujuk ke RSU Elizabeth Situbondo.
Humas PG Asembagus Bimo, ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, tidak banyak memberikan komentar. Sebab, sedang berada dalam perjalan. Tetapi dia membenarkan peristiwa yang menimpa salah satu karyawan PG Asembagus tersebut.
“Iya benar, korban adalah karyawan di bagian vendor. Mungkin, korban terpeleset hingga tangannya tergilas. Korban sudah dirawat di RSU Elizabeth. Kondisinya membaik, tapi tangannya patah. Maaf saya tidak bisa banyak komentar, ini lagi nyopir mobil. Besok (hari ini) ke kantor saja mas,” ungkap Bimo pada koran ini.
Kasatreskrim Polres Situbondo, Akp Dedi Ardhi mengakui peristiwa tersebut sudah ditangani Bagian Reskrim. Polisi sudah melakukan olah TKP. Selanjutnya segala perawatan sudah menjadi urusan PG. “Untuk korban sudah dirawat di RSU Elizabeth. Untuk dum laporannya masih besok,” tegas Kasatreskrim AKP Dedi Ardhi. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal