RADARBANYUWANGI.ID - Sinergi pusat dan daerah kembali menjadi kata kunci dalam arah pembangunan nasional 2026.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memastikan seluruh program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto benar-benar berjalan efektif dan tepat sasaran di Bumi Majapahit.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPRD Jawa Timur, M Musyafak Rouf, menyikapi arahan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026.
Menurut Musyafak, Rakornas bukan sekadar forum seremonial, melainkan pedoman strategis bagi daerah dalam menerjemahkan visi besar pembangunan nasional.
Rakornas Jadi Pedoman Pembangunan Daerah
Musyafak menilai, arahan Presiden Prabowo sejalan dengan kebutuhan Jawa Timur saat ini.
Mulai dari penguatan kemandirian daerah, pemerintahan yang bersih, hingga pembangunan kota dan kabupaten yang aman, sehat, resik, dan indah (ASRI).
“Arahan Presiden dalam Rakornas 2026 menjadi pedoman penting bagi Jawa Timur untuk memperkuat kemandirian daerah, mewujudkan pemerintahan yang bersih, serta membangun daerah yang ASRI,” ujar Musyafak.
Ia menegaskan, DPRD Jatim memiliki peran strategis sebagai pengawal kebijakan agar visi nasional tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.
Perkuat Sinergi DPRD dan Pemprov Jatim
Untuk mewujudkan hal tersebut, DPRD Jatim berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi ini dinilai mutlak agar kebijakan pusat dan daerah dapat berjalan satu arah.
“Program nasional akan berjalan efektif ketika pusat dan daerah melangkah seirama. Melalui Rakornas, DPRD Jatim memastikan arah kebijakan pusat dapat diterjemahkan secara tepat di daerah,” tegas Musyafak.
Menurutnya, sinergi tidak hanya berbentuk koordinasi formal, tetapi juga penguatan regulasi, pengawasan anggaran, serta keberpihakan kebijakan terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Kawal Program Prioritas Presiden
DPRD Jatim juga menegaskan komitmen untuk mengawal program prioritas Presiden agar implementasinya benar-benar menjawab kebutuhan warga Jawa Timur.
Musyafak menekankan, peran DPRD tidak berhenti pada perumusan kebijakan, tetapi juga memastikan pelaksanaan di lapangan.
“Sinergi penting agar kebijakan tidak hanya dirumuskan, tetapi juga terlaksana secara nyata di daerah. Mari kawal bersama agar pembangunan di Jawa Timur semakin tepat sasaran,” katanya.
Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah tumpang tindih program, meningkatkan efektivitas anggaran, serta mempercepat dampak pembangunan bagi masyarakat.
Lima Pilar Sinergi DPRD dan Pemprov Jatim
Dalam mendukung agenda nasional Presiden RI, DPRD Jatim bersama Pemprov Jatim memfokuskan sinergi pada sejumlah agenda strategis, antara lain:
- Menyelaraskan kebijakan daerah dengan RPJMN dan visi Indonesia Emas 2045, agar arah pembangunan daerah sejalan dengan target nasional jangka panjang.
- Penguatan ekonomi kreatif dan produktif, melalui dukungan regulasi DPRD serta insentif dari Pemprov Jatim untuk mendorong UMKM dan pelaku ekonomi lokal.
- Mengawal program prioritas di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan, sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
- Memperkuat ketahanan pangan dan energi berbasis potensi lokal, guna menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung kemandirian nasional.
- Melindungi situs sejarah, budaya, dan pariwisata heritage, agar pembangunan tetap sejalan dengan pelestarian identitas dan kebijakan nasional.
Pembangunan Tepat Sasaran, Manfaat Nyata
Dengan komitmen tersebut, DPRD Jatim berharap pembangunan di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka, tetapi juga pemerataan dan keberlanjutan. Program nasional diharapkan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, dari desa hingga perkotaan.
“Ketika pusat dan daerah satu langkah, hasilnya akan dirasakan langsung oleh rakyat,” pungkas Musyafak.
Komitmen DPRD Jatim ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Timur siap menjadi daerah penopang utama visi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045—dengan pembangunan yang terarah, bersih, dan berpihak pada rakyat. (*)
Editor : Ali Sodiqin