Direktur RSUD Besuki Dr Imam Hariyono mengatakan, keterlambatan laporan tersebut disebabkan beberapa hal. Di antaranya karena faktor kesibukan dan banyaknya pihak yang merasa dirugikan.Mereka meminta agar Fahrizal, pembawa airsoft gun, harus dilaporkan ke polisi. Sebab, sudah mengganggu ketertiban tempat umum.
”Saat itu kami memang mau melaporkan, tetapi sekuriti yang mengetahui pasti kejadian tersebut sedang sakit. Kan laporan itu tidak terbatas oleh waktu. Bagi saya wajar-wajar saya meskipun baru laporan,” ungkap Imam.
Dikatakan, ketika melihat tayangan ulang dari kamera CCTV yang ada di RSUD, tindakan Fahrizal benar-benar meresahkan. Sebab, akibat ulahnya itu banyak pengunjung yang merasa ketakutan. Bahkan, mereka sampai melarikan diri.
”Jangankan pengunjung, pelayan kami yang sedang berada di depan juga kaget dan mengaku takut saat melihat pistol yang dikeluarkan. Apalagi, dia (Fahrizal) membawa istrinya yang menjadi korban kekerasan,” tegas Imam.
Dia berharap, dengan adanya laporan tersebut polisi dapat memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Sehingga, menjadi pelajaran kepada pengunjung yang lain untuk tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketenangan orang lain. Apalagi, di tempat umum seperti rumah sakit.
”Semoga saja polisi memproses kasus ini dengan serius sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan, semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi masyarakat yang lain,” tandas Imam.
Kapolsek Besuki AKP Achmad Sulaiman mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari pihak RSUD Besuki. Berikutnya, pihaknya akan memanggil pelaku untuk dimintai keterangan. ”Kami telah melakukan penyelidikan, meminta keterangan saksi yang ada di TKP, dan setelah lengkap kami akan melaksanakan gelar perkara terkait dengan peristiwa di RSUD Besuki,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Jumat malam (24/11) lalu, Fahrizal Hasan Afandi sempat bertengkar dengan sang istri sehingga membuat sang istri terluka. Fahrizal kemudian membawa istrinya ke RSUD untuk berobat.
Saat Fahrizal memasuki ruang pelayanan RSUD, ada salah satu pengunjung yang bertanya penyebab luka yang dialami oleh istri Fahrizal. Sayangnya, Fahrizal emosi dan menodongkan airsoft gun kepada pria yang bertanya. Melihat pistol tersebut, para pengunjung RSUD panik dan lari untuk menyelamatkan diri.
Sementara itu, anggota Polsek Besuki turun setelah mendapatkan informasi tersebut. Petugas mendatangi rumah Fahrizal sekaligus membawanya ke Mapolsek Besuki dan meminta pistol tersebut untuk diamankan. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal