Selasa, 23 Apr 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Putus Siklus DBD melalui Gertak PSN

17 Februari 2019, 17: 23: 04 WIB | editor : Bayu Saksono

PEMBERANTASAN: Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Banyuwangi dr Andriyani H. MMRS (dua dari kiri) memantau pelaksanaan Gertak PSN di SDN di Kecamatan Genteng, Jumat pagi kemarin.

PEMBERANTASAN: Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Banyuwangi dr Andriyani H. MMRS (dua dari kiri) memantau pelaksanaan Gertak PSN di SDN di Kecamatan Genteng, Jumat pagi kemarin. (DOK ANDRIYANI FOR RABA)

BANYUWANGI – Mewabahnya Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah daerah di Jawa Timur saat ini mulai di­waspadai sejumlah kalangan termasuk Banyuwangi. Hal ini karena di Banyuwangi sendiri laporan kasus suspect (dugaan) DBD sudah mulai bermunculan.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono melalui Kabid Pencegahan Pe­ngendalian Penyakit (P2) dr. Andriyani H, MMRS mence­tuskan Gerakan Serentak (Ger­tak) Pemberantasan Sarang Nya­muk (PSN) di masyarakat. Baik melalui jajaran peme­rin­tahan seperti kecamatan hingga desa maupun puskesmas dan sekolahan. ‘’Kita lakukan Gertak PSN ini biar bersama-sama dan menyeluruh,” ucapnya.

Terkait pemilihan hari Jumat, Andriyani mengungkapkan, hal ini didasarkan   pada kebi­asaan kegiatan kerja bakti dan bersih-bersih setiap Jumat pagi. Namun Andriyani menjelaskan, banyak kegiatan bersih-bersih di masyarakat selama ini belum masuk kategori PSN. Karena hanya membersihkan sampah tertentu saja. Untuk itu, melalui Gertak PSN ini dia berharap kegiatan ini bisa menjadi media pemberantasan sarang nyamuk yang menyeluruh.

Dia optimistis, jika Gertak PSN ini bisa dilakukan secara kompak dan kontinu, persebaran DBD bisa diputus. Mengingat jang­kauan nyamuk dari sarangnya rata-rata di radius 100 meter. ‘’Kalau PSN bersamaan, nya­muk­nya tidak bisa pindah,” ucap­nya.

Selain itu, untuk mematikan ke­beradaan jentik nyamuk ter­deteksi, dia berharap di setiap rumah ada Juru Peman­tau Jentik (jumatik) yang me­meriksa tem­pat bersarangnya nyamuk. Se­hingga pemberan­tasan nyamuk dimulai dari masing-masing keluarga atau rumah dan seko­lah. Mereka akan berkolaborasi dengan ju­mantik yang berasal dari pus­kesmas setiap tiga bulan sekali.

Untuk setiap minggunya, PSN bisa dilakukan dengan mela­kukan 3M plus, yakni menguras, menutup, mengubur semua tempat yang menjadi perindukan nyamuk. Plus tindakan mem­berantas Jentik dan menghindari gigitan nyamuk. ‘’Jangan lupa 3M dilakukan secara rutin,” pungkasnya.

(bw/sli/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia