Jumat, 18 Jan 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Edarkan Pil Koplo, Pelajar Dibekuk saat Jualan di SPBU

12 Januari 2019, 18: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SUDAH DEWASA: Wahyudi yang sudah berusia 18 tahun diamankan di Polsek Wongsorejo Rabu malam lalu (9/1).

SUDAH DEWASA: Wahyudi yang sudah berusia 18 tahun diamankan di Polsek Wongsorejo Rabu malam lalu (9/1). (Polsek Wongsorejo For RaBa)

WONGSOREJO – Polsek Wongsorejo menangkap  Wahyudi, 18, warga Dusun Krajan II, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Rabu malam lalu (9/1). Pelajar kelas XII salah satu SMK swasta di Banyuwangi itu ditangkap saat mengedarkan pil Tryhexyphenidyl alias trex di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Alasrejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Wongsorejo.

Oknum pelajar yang sudah dewasa itu diduga kerap menjajakan obat terlarang kepada warga sekitar. Dari keterangan petugas, Wahyudi diketahui sering menjajakan pil trex ke beberapa orang. Sasarannya adalah kalangan pelajar sekolah.

Keberadaan Wahyudi mulai terendus ketika petugas sering mendapati beberapa siswa sekolah yang memiliki pil trex. Dari sana, petugas kemudian menelusuri dan melakukan penyelidikan pengedar pil tersebut.

Selanjutnya, pada Rabu malam lalu, petugas mendapat laporan dari masyarakat bahwa pria yang mengedarkan pil trex tengah melakukan transaksi di parkiran truk SPBU Alasrejo.

Kanitreskrim Polsek Wongsorejo Ipda Agus Suprapto bersama dua orang petugas mendatangi TKP. Benar saja, saat didatangi, ada seorang pria yang dicurigai sebagai pengedar pil trex.

Usai digeledah, pria bernama Wahyudi itu kedapatan mengantongi tiga bungkus plastik berisi pil berwarna putih. Petugas pun langsung membawa Wahyudi ke kantor Polsek Wongsorejo untuk diperiksa lebih lanjut. ”Dia diduga sudah sering mengedarkan pil trex. Terutama di kalangan pelajar, karena yang bersangkutan ini juga masih pelajar statusnya,” ujar Kapolsek Wongsorejo Iptu Kusmin.

Kusmin menambahkan, kasus yang berkaitan dengan pasal 98 ayat 2, 3 dan pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ini akan diproses lebih lanjut. Dia mengatakan, hal itu agar memberikan efek jera kepada pelaku dan untuk pelajaran bagi masyarakat lainnya.

Kusmin menyebutkan, pil trex yang diedarkan Wahyudi selama ini sudah menyasar kalangan siswa sekolah. ”Nanti kita lanjutkan kasusnya. Kami juga akan kembali menjalankan program sosialisasi masalah obat-obatan terlarang ke sekolah-sekolah. Angkanya sudah mulai menurun setelah kita sosialisasi. Namun, masih ada beberapa temuan,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia