Sabtu, 23 Mar 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Lifestyle

Herigus, Pelukis Sang Khalifah yang Dikagumi Presiden Jokowi

10 Januari 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MENASIONAL: Herigus (kiri) dengan lukisan berjudul Sang Khalifah yang kini menjadi koleksi pribadi Presiden RI Joko Widodo.

MENASIONAL: Herigus (kiri) dengan lukisan berjudul Sang Khalifah yang kini menjadi koleksi pribadi Presiden RI Joko Widodo. (Krida Herbayu/RaBa)

Heri Sucipto alias Herigus, 54, pelukis yang tinggal di Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, itu tidak menyangka karyanya yang berjudul Sang Khalifah menarik perhatian Presiden RI Joko Widodo. Bahkan, lukisannya itu menjadi koleksi pribadi orang nomor satu di Indonesia itu.

KRIDA HERBAYU, Genteng

Raut wajah pria berkaca mata itu cukup kalem. Meski sudah punya nama dalam bidang seni lukis, tapi dia masih suka merendah. Di usia yang sudah separo abad lebih, dia mengaku masih junior dalam dunia seni lukis.

Padahal karya pria dengan nama lengkap Heri Sucipto itu telah banyak bertebaran. Malahan, salah satu karyanya telah menghipnotis Presiden RI Joko Widodo. Lukisan wajah presiden kelahiran Solo itu mendapat apresiasi tinggi. Coretan oil pastel bercampur pensil warna, membentuk wajah Jokowi dengan sangat detail. Hingga komedo di wajah presiden itu tak luput dari goresannya.

Dengan teknik hiperrealis, pelukis yang biasa disapa Herigus itu mampu menciptakan karya yang sungguh luar biasa dan terbilang fantastik. Goresan kuasnya berjudul Sang Khalifah mampu menggambarkan detail wajah mantan Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta itu.

Tidak hanya itu, lukisan berukuran 60 sentimeter kali 80 sentimeter itu menjadi satu-satunya karya yang paling membanggakan bagi bapak tiga anak itu. ”Sangat bangga, meski saya tidak menyerahkannya sendiri lukisan itu ke Bapak Presiden,” ujarnya.

Herigus mengaku tidak menyangka lukisan yang diberi judul Sang Khalifah itu nyantol di hati Jokowi. Usahanya melukis dengan teknik hiperrealis, ternyata tidak sia-sia. Butuh waktu tiga minggu untuk melukis dengan detail wajah RI 1 tersebut. ”Saat dapat ide, saya langsung ambil kanvas dan kuas. Di dalam otak saya hanya fokus wajah Bapak Jokowi,” ungkapnya.

Lukisan Sang Khalifah itu karyanya yang pertama dibuat dengan teknik hiperrealis. Sebelumnya, pernah membuat lukisan dengan teknik yang sama tapi gagal. ”Setelah saya dapat ide dan mulai melukis, saya benar-benar dapat soul pada lukisan itu,” paparnya.

Setelah lukisan itu selesai dikerjakan, ia meng-upload ke akun Facebook miliknya. Meski hanya iseng, lukisan itu ternyata mendapat banyak respons, khususnya para pendukung Jokowi. ”Satu hari saya upload, ada 50 komentar,” kata pria yang aktif melukis sejak tahun 2007 itu.

Menanggapi komentar yang membeludak di dunia maya itu, Herigus bernazar jika lukisannya bisa tembus dan dilihat oleh Presiden Jokowi, ia akan memberikan lukisan itu secara cuma-cuma alias gratis. Nazarnya itu ternyata direspons oleh para pendukung Jokowi. ”Saya dihubungi oleh Sekretaris Jenderal Pro-Jokowi pusat bernama Handoko,” ungkapnya.

Tidak lama Handoko datang ke rumahnya untuk meminang lukisan berjudul Sang Khalifah itu. Saat ditanya berapa rupiah yang harus dibayar, Herigus menggelengkan kepalanya. ”Bawalah lukisan itu, tapi saya minta foto lukisan itu disandingkan dengan Bapak Presiden,” pintanya.

Handoko pun membungkus dan membawa lukisan itu menuju Jakarta. Sungguh tidak disangka, Minggu pagi (6/1), ia mendapatkan pesan singkat melalui media sosial WhatsApp (WA) miliknya. Saat dibuka ternyata lukisan hasil karya tangannya itu telah bersanding dengan Presiden Jokowi.

Herigus mengaku sempat tidak percaya dengan foto kiriman Handoko. Foto yang ada di layar ponselnya itu sempat disangka hasil rekayasa atau editan. ”Sempat kaget. Tapi itu memang nyata, lukisan saya diterima langsung oleh Bapak Jokowi,” katanya.

Dia pun segera menelepon Handoko. Dalam percakapannya itu, Handoko mengatakan Presiden Jokowi sangat kagum atas hasil karyanya. Presiden juga sempat bertanya siapa pelukis itu dan di mana pelukis itu berasal. ”Meski tidak langsung memberikan lukisan itu kepada Bapak Presiden, rasa bangga tetap ada dan hasil karya saya itu mampu dilirik presiden,” ucap pria kelahiran 20 Juli 1964 tersebut.

Setelah lukisannya diterima Presiden Jokowi, ucapan selamat memenuhi pesan WA di ponsel miliknya. Lukisannya itu bukan hanya membuat dirinya saja yang merasa bangga, tapi para seniman lukis seluruh Banyuwangi. ”Saya senang karya saya dapat bermanfaat bagi banyak orang. Cuma itu yang bisa saya lakukan. Selanjutnya saya akan terus berkarya,” katanya. (abi)

HIPERREALIS: Handoko menyerahkan lukisan Sang Khalifah pada Presiden Jokowi.

HIPERREALIS: Handoko menyerahkan lukisan Sang Khalifah pada Presiden Jokowi. (Dokumen Handoko For RaBa)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia