Sabtu, 23 Mar 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Alhamdulillah, Harga BBM Turun Meski Cuma Rp 200

07 Januari 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PASCA TURUN HARGA: Konsumen antre mengisi BBM di SPBU Jalan Banterang, Banyuwangi, Sabtu (5/1).

PASCA TURUN HARGA: Konsumen antre mengisi BBM di SPBU Jalan Banterang, Banyuwangi, Sabtu (5/1). (Sigit Hariyadi/RaBa)

BANYUWANGI – Kabar gembira bagi masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Banyuwangi. Mulai Sabtu (5/1), Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex turun harga sebesar Rp 100 hingga Rp 200 per liter.

Berdasar rilis resmi Pertamina, penyesuaian harga BBM tersebut berlaku sejak pukul 00.00 kemarin. Khusus di wilayah Jatim, termasuk Banyuwangi, Pertalite dijual seharga Rp 7.650 per liter alias turun Rp 150 rupiah dibanding sebelumnya.

Selain itu, penyesuaian harga juga berlaku terhadap Pertamax dan Pertamax Turbo. Rinciannya, harga Pertamax Rp 200 rupiah, yakni dari Rp 10.400 menjadi Rp 10.200 per liter, sedangkan harga Pertamax Turbo turun Rp 250 menjadi Rp 12.000 per liter.

Bukan itu saja, BBM nonsubsidi untuk kendaraan bermesin diesel juga turun. Harga Dexlite turun sebesar Rp 200 per liter, tepatnya dari Rp 10.500 menjadi 10.300 per liter dan Pertamina Dex turun harga dari Rp 11.850 per liter menjadi Rp 11.750 per liter atau turun sebesar Rp 100 per liter.

Sementara itu, pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di pusat Kota Banyuwangi, penyesuaian tarif sudah langsung diberlakukan kemarin. Bahkan, daftar harga pada yang tertera di totem (papan penunjuk harga yang tertera di bagian depan SPBU, Red) sudah langsung disesuaikan dengan daftar harga terbaru tersebut.

Contohnya di SPBU 54.684.28 Jalan Gajahmada, Banyuwangi. Pada totem SPBU yang satu ini, tertera list harga yang telah disesuaikan dengan harga yang berlaku sejak pukul 00.00 kemarin. Misalnya harga Pertamax Turbo sebesar Rp 12 ribu per liter, Pertamax Rp 10.200 per liter, Pertalite Rp 7.650 per liter, serta Dexlite sebesar Rp 10.300 per liter.

Selain di SPBU Jalan Gajahmada, penurunan harga BBM nonsubsidi juga langsung diterapkan di SPBU 54.684.37, Jalan Banterang, Banyuwangi. Namun, karena totem SPBU yang satu ini merupakan model lama yang tidak disertai list harga, penyesuaian harga tersebut dilakukan pada mesin dispenser dan print out pembelian BBM.

Sementara itu, sejumlah konsumen mengaku tidak mengetahui harga BBM nonsubsidi turun sejak kemarin. ”Saya tidak tahu harga turun. Pokoknya beli karena memang butuh,” ujar Eko, konsumen asal Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi saat ditemui di SPBU Banterang.

Eko mengatakan, kemarin dirinya membeli Pertamax sebanyak Rp 25 ribu. ”Syukurlah kalau harga turun. Mudah-mudahan tidak naik lagi,” kata dia.

Hal senada dilontarkan Jawara, 20, konsumen asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Dia mengaku tidak mengetahui harga BBM nonsubsidi turun. ”Saya beli Pertamax Rp 15 ribu. Pantas saja, biasanya isi Rp 15 ribu agak sedikit, sekarang (kemarin) relatif ada tambahan. Isi tangki agak lebih banyak dibanding saat beli Rp 15 ribu pada hari-hari sebelumnya,” kata dia.

Sementara itu, Pengawas SPBU Banterang Erfis mengatakan, begitu SPBU tersebut tutup pukul 22.00 Jumat (4/1), dispenser dan print out langsung disesuaikan. ”Jadi, begitu SPBU ini buka pagi tadi (kemarin), konsumen sudah membeli BBM nonsubsidi dengan harga baru,” akunya.

Erfis menuturkan, meski mengalami penurunan harga, tren pembelian konsumen di SPBU tersebut relatif stabil kemarin. Belum terlihat peningkatan pembelian secara signifikan.

Dia menuturkan, biasanya dalam sehari jumlah Pertalite yang terjual di SPBU jalan Banterang, itu mencapai 4 kiloliter (kl). Sedangkan Pertamax rata-rata terjual 2 kl per hari. ”Sedangkan hingga sekitar pukul 12.00 hari ini (kemarin), Pertalite yang terjual sekitar 1,8 kl dan Pertamax 1 kl,” pungkasnya.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia