Sabtu, 23 Mar 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Bus Tiara Mas dan Bali Radiance Tabrakan, Situbondo-Banyuwangi Lumpuh

28 Desember 2018, 18: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MACET BERJAM-JAM: Kecelakaan bus Bali Radiance dan Tiara Mas  memicu kemacetan panjang menuju arah pelabuhan ASDP Ketapang.

MACET BERJAM-JAM: Kecelakaan bus Bali Radiance dan Tiara Mas memicu kemacetan panjang menuju arah pelabuhan ASDP Ketapang. (Ramada Kusuma/RaBa)

BANYUWANGI - Tabrakan maut antara bus Tiara Mas melawan bus Bali Radiance, Rabu dini hari (27/12) mengakibatkan ruas jalan raya pantura Situbondo-Banyuwangi lumpuh total selama lima jam. Seluruh kendaraan yang hendak melintas di ruas jalan raya Kilometer 13 arah Surabaya, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro tak bisa bergerak.

Antrean kendaraan dari arah utara (Situbondo) juga diperkirakan mencapai 4 km hingga Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Salah seorang pengemudi mobil pribadi, Bibit Ari Kuswanto, 32, mengaku dia baru saja pulang dari Bondowoso hendak ke Banyuwangi lewat Wongsorejo. Pada pukul 24.00, kendaraan yang dia kemudikan mendadak terjebak macet di area Pantai Wisata Watudodol. ”Saya tidak tahu jika ada kecelakaan lalu lintas bus melawan bus,” ungkap pria yang akrab dipanggil Bejo tersebut.

Dia baru mengetahui jika ada kecelakaan di jalur Situbondo-Banyuwangi setelah diberi tahu temannya lewat WhatsApp. Seketika itu dia memutuskan menghentikan laju kendaraannya di tepi jalan dan memilih bertahan hingga evakuasi bus benar-benar tuntas.

Di belakang kendaraannya juga tampak antrean panjang kendaraan lainnya yang terhenti dan tidak bisa melintas.”Saya mulai dari tengah malam sampai jam 5 pagi baru bisa melintas,” jelas warga Desa Bangorejo ini.

Hal senada juga diungkapkan Setyo Utomo, 34, warga Srono. Dia yang baru saja pulang dari Situbondo mendadak terjebak antrean panjang kendaraan setibanya di wisata Grand Watudodol (GWD). ”Saya tahu dari pengemudi mobil yang ada di depan saya katanya ada kecelakaan bus,”  kata Setyo.

Utomo mengaku jika mobil yang dia kemudikan sempat disalip oleh bus Bali Radiance –yang kemudian terlibat kecelakaan– saat tiba di perbatasan Situbondo-Banyuwangi dengan kecepatan tinggi. ”Waktu nyalip kendaraan saya, bus ini kencang sekali dan ambil lajur ke kanan terus. Pas disalip itu saya juga sempat menggerutu ’sopir edan’ karena memang kecepatannya ora umum,” ungkapnya.

Begitu mengetahui jika ada kecelakaan bus, dia sudah menduga jika yang terlibat kecelakaan tersebut adalah bus Bali Radiance yang sempat mendahului kendaraannya. Setelah berhasil melintas dia baru yakin, jika bus yang terlibat kecelakaan memang bus yang menyalip mobilnya dengan kecepatan tinggi. ”Sopir busnya memang nggerabus, ngawur,” tegasnya.

Polisi berhasil mengurai kemacetan setelah  mengevakuasi bangkai bus ke tepi jalan raya dengan menggunakan alat berat crane. Kecelakaan bus tersebut juga berimbas pada penumpukan kendaraan di Pelabuhan ASDP Ketapang. Pintu masuk kendaraan langsung dipenuhi antrean kendaraan yang hendak menuju masuk pelabuhan.

Bahkan untuk mempercepat jalannya laju kendaraan, pihak ASDP bersama aparat kepolisian juga terus bersiaga dengan mengatur lalu lintas dan kendaraan yang akan masuk ke dalam pelabuhan.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia