Sabtu, 23 Mar 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Entertainment

Tanpa Dana dari Pemkab Banyuwangi, Sanggar Seni Berusaha Hidup Mandiri

27 Desember 2018, 19: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

GANDRUNG MARSAN: Para penari gandrung laki-laki dari Omah Seni Kuwung Wetan dalam acara Rangkal Pangesangan di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Senin malam (24/12).

GANDRUNG MARSAN: Para penari gandrung laki-laki dari Omah Seni Kuwung Wetan dalam acara Rangkal Pangesangan di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Senin malam (24/12). (Shulhan Hadi/RaBa)

SRONO – Pesatnya geliat pariwisata di Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari peran serta dunia kesenian tradisi yang semakin baik. Sejumlah sanggar saat ini bermunculan di berbagai tempat. Tidak hanya sekadar menampilkan seni, sejumlah sanggar bahkan telah membawa nama harum Banyuwangi di kancah nasional.

Namun, sejumlah sanggar ternyata saat ini masih memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Hal ini disampaikan Budianto, salah satu penggagas Gandrung Sewu di sela acara Rangkal Pangesangan Omah Seni Kuwung Wetan. Menurutnya, saat ini banyak sanggar seni berprestasi, namun dalam hal pembiayaan masih dipenuhi secara swadaya. ”Rumah seni ini biaya sendiri. Selama ini banyak dukungan peran serta masyarakat,” ucapnya.

Budianto menambahkan, walaupun sampai sekarang Omah Seni Kuwung Wetan belum pernah secara langsung mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun kegiatan dan prestasinya cukup menonjol. ”Berkat adanya sikap gotong royong di antara wali murid yang luar biasa guyub.

Diharapkan, apabila ada bantuan dan support dari pemerintah akan bisa menambah laju perkembangan kegiatan di Omah Seni Kuwung Wetan menjadi lebih baik lagi,” tutur bapak dua anak itu.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko yang hadir menyatakan apresiasi terhadap karya para seniman Bumi Blambangan. Dia menyatakan komitmen akan meminta dinas terkait agar segera menindaklanjuti dan membantu kelangsungan sanggar seni. ”Melalui Dinas Pariwisata nanti saya sampaikan sanggar seni seperti ini harus dibantu,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Choliqul Ridho menyebutkan, sejak 2015 memang tidak ada sanggar seni yang mendapat bantuan secara langsung dari pihaknya. Hal ini disebabkan tidak adanya anggaran untuk pos tersebut. ”Semua tidak ada hibah sejak 2015, kalau tidak salah,” jelasnya.

Ketiadaan ini, kata Ridho, karena memang tidak ada anggaran dan juga persyaratan yang ditetapkan cukup banyak. ”Tidak ada anggaran dan persyaratannya harus ada Kemenkum-HAM dan lain-lain,” terangnya.

(bw/sli/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia