Selasa, 18 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Puluhan Hektare Tanaman Padi dan Buah Naga Rusak Pasca Banjir Bandang

05 Desember 2018, 12: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

ANTISIPASI: Hartono memberi pagar dari tanaman hidup di sawahnya Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Senin (3/12).

ANTISIPASI: Hartono memberi pagar dari tanaman hidup di sawahnya Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Senin (3/12). (Krida Herbayu/RaBa)

PESANGGARAN - Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pesanggaran telah merusak tanaman milik para petani. Ratusan hektare sawah yang ditanami jeruk, buah naga, dan padi rusak dan terancam gagal panen.

Di Desa Sumberagung tidak kurang 50 hektare sawah dan kebun buah naga masih tergenang air. Hal itu membuat para petani tak bisa memetik buahnya. Sedang di Desa Pesanggaran, lahan seluas 60 hektare yang baru ditanami padi ludes diterjang banjir.

Hartono, 57, petani asal Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, mengatakan bahwa sawah miliknya yang ditanami padi kini harus diperbaiki kembali. Tanaman padi yang baru berumur tiga minggu itu hampir 80 persen rusak akibat diterjang banjir. ”Sawah milik saya dipenuhi air dan lumpur akibat banjir,” ujarnya.

Sedangkan Ridwan, petani buah naga mengungkapkan hal senada. Kebun buah naga miliknya yang sedang berbunga juga rusak diterjang banjir. Akibat banjir itu, buah naga miliknya diprediksi tidak dapat tumbuh normal dan busuk sebelum berbuah. ”Kalau begini buah naga akan busuk karena kelebihan air,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin mengatakan, sebagian besar lokasi yang terendam itu kini sudah mulai surut. Sedangkan sebagian lahan pertanian masih terendam banjir dan dengan ketinggian air sekitar 15 sentimeter. ”Akibat diterpa hujan terus menerus, lahan pertanian terdampak. Kini petani sudah mulai memperbaiki sawah atau kebunnya,” ujar Kades Vivin.

Sementara itu, Vivin menambahkan jika aliran Sungai Kaliulo terus dinormalisasi dengan dikeruk sampah dan lumpur. Sebanyak delapan unit ekskavator milik PT Bumi Suksesindo (BSI) sudah dikerahkan untuk menanggulangi wilayah yang terdampak bencana banjir. ”Untuk permukiman penduduk yang terendam banjir di Dusun Silirbaru sudah ditangani. Untuk wilayah yang masih terdampak banjir di petak 56, tapi itu di desa tetangga (Desa Pesanggaran),” katanya. (abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia