Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Bulan Maulid Berlalu, Produksi Bunga Hiasan Telur Terus Berlanjut

05 Desember 2018, 11: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

NYAMBI: Pedagang bunga tabur di Pasar Rogojampi merangkai kertas warna-warni untuk dijadikan kembang telur.

NYAMBI: Pedagang bunga tabur di Pasar Rogojampi merangkai kertas warna-warni untuk dijadikan kembang telur. (Shulhan Hadi/RaBa)

ROGOJAMPI – Proses produksi kembang telur ternyata tidak terpaku momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW saja. Para perajin melakukan kegiatan ini sepanjang tahun. Namun, masa penjualan terbatas di momen perayaan Maulid Nabi dan paling ramai seminggu jelang hari pelaksanaan.

Khotimmah, 51, warga Jagalan, Desa/Kecamatan Rogojampi ini setiap hari di sela kegiatan berjualan buah selalu menyempatkan membuat bunga telur. Setiap hari dia mampu merangkai hingga 300 biji berbagai jenis. Kegiatan ini dia lakukan sepanjang tahun, selain di bulan puasa. ”Kalau tidak seperti ini tidak terpenuhi,” terangnya.

Setiap datangnya Maulid Nabi, paling tidak dia mengeluarkan sebanyak 60 ribu tangkai bunga. Dan semua itu sudah dipesan pelanggan yang sudah memesan jauh hari sebelumnya. Harga yang dibanderol pun bervariasi. Mulai Rp 2.500 hingga Rp 8 ribu untuk setiap sepuluh tangkai. ”Harganya bermacam-macam,” jelasnya.

Untuk penyimpanan selama setahun, dia mengaku mengandalkan boks karton untuk menjaga kualitas bunga agar warnanya tidak kusam. Bunga sebanyak itu dia simpan di dua kamar rumahnya. ”Kita lipat di kardus. Isi rumah penuh kembang telur semua,” imbuhnya.

Untuk pekerjaan itu dia melibatkan sejumlah perajin lainnya. Salah satunya Saptuni, 52, warga Garit ini sehari-hari merupakan penjual bunga tabur makam. Namun, saat tidak sedang melayani pembeli, dia selalu menyempatkan merangkai bunga telur. ”Kalau tidak ada pembeli, giliran merangkai bunga,” ucapnya.

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia