Selasa, 18 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Hasil Audit Kinerja BPKP, PUDAM Banyuwangi Peringkat Dua Terbaik Jatim

04 Desember 2018, 10: 38: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

24 JAM: Tim siaga PDAM Banyuwangi tengah memperbaiki saluran pipa

24 JAM: Tim siaga PDAM Banyuwangi tengah memperbaiki saluran pipa (Gerda Sukarno/RaBa)

Kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi, meroket ke posisi kedua Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan kinerja terbaik di Jatim tahun 2018 dengan nilai 3,92. Di posisi kedua, PUDAM Banyuwangi tidak sendiri tapi duduk bareng dengan PDAM Kabupaten Malang dan PDAM Jember dengan nilai yang sama.

Kinerja PUDAM Banyuwangi ini diketahui setelah Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI merilis hasil audit kinerja yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI tahun 2018. Untuk posisi terbaik kesatu ditempati PDAM Surabaya dengan nilai 4,19.

Meski posisi kedua ditempati bersama tiga PDAM, namun Banyuwangi dan Kabupaten Malang lebih baik dari PDAM Jember. Sebab, PUDAM Banyuwangi dan PDAM Kabupaten Malang sudah  full cost recovery (FCR). Sedangkan PDAM Jember masih non-FCR. ”Peringkat kita naik (di posisi) kedua dari tahun lalu di posisi enam terbaik Jatim,” tegas Plt Direktur PUDAM Widodo.

Berdasar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PMPU) Nomor 18 Tahun 2017, audit kinerja dilakukan pada aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasional, dan aspek sumber daya manusia (SDM). Berdasar keputusan BPPSPAM Nomor : 02/2010, penilaian kinerja PDAM dibagi menjadi tiga kategori sehat, kurang sehat, dan sakit. ”Dari 38 PDAM di Jatim, 32 sehat dan 6 kurang sehat. Banyuwangi dengan nilai 3,92 masuk kategori sehat,” sebut Widodo.

Widodo mengungkapkan, audit kinerja yang dilakukan pada 2018, merupakan kinerja kerja tahun 2017. Sejak tahun 2015, total nilai kinerja PUDAM Banyuwangi terus meningkat. Tahun 2015, total nilainya 3,66, sementara tahun 2015 naik menjadi 3,84 dan tahun 2017 naik lagi menjadi 3,92.

Penilaian aspek keuangan meliputi rentabilitas, likuiditas, dan solvabilitas. Rentabilitas meliputi ROE dan rasio operasi, likuiditas meliputi rasio kas dan efektivitas penagihan. Semua penilaian itu mendapatkan nilai lima, kecuali rasio operasi yang mendapat nilai tiga.

Penilaian aspek operasi meliputi efisiensi produksi, tingkat kehilangan air, jam operasi layanan, tekanan sambungan pelanggan, dan penggantian meter air. Lima aspek itu, dua mendapat nilai 4, dua dapat nilai 5, dan satu aspek dapat nilai 1. 

Sedangkan penilaian aspek pelayanan meliputi cakupan pelayanan, pertumbuhan pelanggan, tingkat penyelesaian pengaduan, kualitas air pelanggan, dan konsumsi air domestik. Dari lima aspek yang dinilai itu, dua dapat nilai 5, tiga lainnya nilainya 1 hingga 3.

Sementara penilaian aspek SDM meliputi rasio jumlah pegawai, rasio Diklat pegawai untuk peningkatan kompetensi, dan biaya Diklat terhadap biaya pegawai. Hasil penilaiannya dua kategori dapat nilai 5 dan satu dapat nilai 2.

Peningkatan kinerja ini, kata Widodo, berkat kerja keras dan kerja sama yang baik jajaran PUDAM Banyuwangi. Capaian kinerja ini akan terus dipertahankan dan berkomitmen untuk terus ditingkatkan. ”Juga tidak lepas dari dukungan dewan pengawas, pemerintah daerah dan semua stakeholder yang telah bekerja keras selama ini,” ujar Widodo.

Untuk mempertahankan kinerja ini, Widodo mengajak semua karyawan PUDAM Banyuwangi untuk kerja lebih keras meningkatkan kekompakan. Dengan kerja keras dan kekompakan yang terbangun, pelayanan prima terhadap pelanggan akan terus terawat dengan baik. ”Pelayanan prima kepada pelanggan dan masyarakat Banyuwangi menjadi komitmen kami,” tegas Widodo.

MEMBANGUN BERSAMA: Jajaran Direksi dan karyawan PUDAM Banyuwangi

MEMBANGUN BERSAMA: Jajaran Direksi dan karyawan PUDAM Banyuwangi (Gerda Sukarno/RaBa)

(bw/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia