Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

BPOM Buka Layanan di Mal Pelayanan Publik, Ini Tugas-Tugasnya

03 Desember 2018, 14: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MOU: Bupati Anas dan Penny Kusumastuti menandatangani nota kesepahaman kerja sama pembukaan layanan BPOM di MPP Banyuwangi. Penandatanganan dilakukan di Bali Jumat lalu (30/1).

MOU: Bupati Anas dan Penny Kusumastuti menandatangani nota kesepahaman kerja sama pembukaan layanan BPOM di MPP Banyuwangi. Penandatanganan dilakukan di Bali Jumat lalu (30/1). (Humas Pemkab Bwi For RaBa)

BANYUWANGI – Kabar gembira bagi para pelaku industri makanan dan minuman (mamin) di Banyuwangi (BWI). Mereka tak perlu lagi jauh-jauh ke Surabaya untuk mengurus registrasi mamin. Sebab, Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI membuka layanan pengawasan obat dan makanan terintegrasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi.

Layanan BPOM di MPP tersebut bakal difokuskan untuk meningkatkan kualitas keamanan pangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Selain itu, dengan dibukanya layanan BPOM di MPP, para pelaku industri makanan dan minuman di Banyuwangi kini tidak perlu repot-repot mengurus registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke Surabaya.

Kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dan BPOM ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Abdullah Azwar Anas dan Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito di Denpasar, Bali, Jumat (30/11). Penandatanganan dilakukan pada forum Rapat Evaluasi Nasional BPOM yang diikuti seluruh jajaran pimpinan BPOM se-Indonesia.

Penny mengatakan bahwa kerja sama tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan BPOM kepada masyarakat. Banyuwangi merupakan pilot project kolaborasi pelayanan publik BPOM bersama daerah. ”Dengan kolaborasi ini bisa kian mendekatkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan BPOM,” ujarnya.

Dengan turut bergabung di MPP Banyuwangi, menurut Penny, akan kian memudahkan masyarakat. Urusan-urusan terkait registrasi, pengaduan, pengamanan, yang sebelumnya harus dilakukan di Surabaya, bisa cukup dilakukan di Banyuwangi. ”Ini adalah terobosan yang bagus. Kami senang karena Banyuwangi proaktif menyambut kerja sama ini,” kata Penny.

Dia mengatakan, BPOM akan menempatkan petugas di MPP Banyuwangi. ”Di Banyuwangi banyak industri dan pelaku usaha terutama UMKM yang terus tumbuh, seperti pangan, jamu, dan lainnya. Mereka membutuhkan registrasi BPOM, ini bisa dilakukan di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi,” jelas Penny.

Penny sebelumnya berkunjung ke Banyuwangi pada April 2018 lalu. Saat itu, Penny tertarik dengan layanan MPP yang kini telah mengintegrasikan 200 lebih layanan perizinan dan pengurusan dokumen dalam satu tempat. ”Waktu itu saya tertarik dengan proses layanan yang efektif dan berada di satu tempat, sangat memudahkan masyarakat. Alhamdulillah, kini sudah terlaksana, bahkan sudah berjalan dua minggu ini,” kata Penny.

Sementara itu, Bupati Anas menyambut baik kolaborasi bersama BPOM ini. ”Dengan kolaborasi ini, UMKM makanan-minuman dan jamu bisa mudah mendapatkan pelayanan BPOM. Ini akan menambah keyakinan konsumen terhadap produk UMKM Banyuwangi, sehingga insya Allah tambah laris,” ujar Anas.

Anas menambahkan, Mal Pelayanan Publik tidak hanya melayani pelayanan pemerintah kabupaten saja. Sudah banyak instansi non-pemerintah daerah yang bergabung di Mal Pelayanan Publik. ”Yang namanya pemerintah itu satu, makanya semuanya kita ajak ke Mal Pelayanan Publik. Ada BPN (Badan Pertanahan Nasional), PLN (Perusahaan Listrik Negara), BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), pengurusan paspor, dan kepolisian. Bahkan, dua hari lalu telah diresmikan pelayanan satu atap pengurusan dokumen untuk kebutuhan pekerja migran,” pungkasnya.

(bw/sgt/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia